Mengatasi Kesulitan Belajar Geografi Siswa

SEMUA murid ingin sukses, demikian juga dengan guru, orang tua dan lingkungan. Namun aktivitas belajar bagi siswa tidak selamanya berlangsung dengan baik, kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak. Kadang-kadang cepat menangkap, kadang-kadang terasa amat sulit dalam hal semangat. Terkadang semangat tinggi tetapi terkadang juga sulit untuk menimbulkan konsentrasi, inilah yang menyebabkan siswa sering sekali mengalami kesulitan dan hambatan proses balajar yang sering ditemui sehari-hari.

Upaya menanamkan kesadaran untuk selalu gigih dan sukses dalam belajar guna mencapai tujuan pendidikan telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tepatnya pada Pasal 3 menyebutkan, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Artinya, semua pihak baik peserta didik, guru, orang tua dan lingkungan harus secara bersama-sama bertanggungjawab untuk mencari jawaban dari kendala dalam proses pendidikan. Tidak terkecuali, dalam kesulitan siswa dalam menerima pada mata pelajaran geografi dan mata pelajaran lainnya.

Geografi sebagai sebuah ilmu, maka geografi pada hakikatnya adalah berisi pembelajaran tentang aspek-aspek keruangan permukaan bumi yang merupakan keseluruhan gejala alam dan kehidupan umat manusia bervariasi kewilayahanya.Dengan kata lain pembelajaran geografi merupakan pembelajaran tentang hakikat geografi yang diajarkan disekolah dan disesuaikan dengan perkembangan mental peserta didik pada jenjang pendidikan masing-masing.

Sehingga yang menjadi sumber pembelajaran geografi adalah kehidupan manusia di masyarakat, alam lingkungan dengan segala sumberdayanya dan region-region dipermukaan bumi. Dengan demikian, segala kenyataan yang ada di muka bumi yang berkenaan dengan kehidupan manusia maupun alam lingkungan dan segala prosesnya merupakan sumber pengajuan geografi.

Kesulitan siswa dalam belajar geografi bisa disebabkan oleh banyak hal yang bisa disebab faktor siswanya atau diluar dirinya diantaranya, yaitu 1) Kesulitan dari faktor internal adalah pemahaman siswa yang masih kurang dalam pelajaran geografi, faktor psikologis berupa perhatian terhadap pelajaran, kurangnya motivasi dari orang tua serta kurangnya kesiapan siswa untuk belajar, 2) Kesulitan yang berasal dari faktor eksternal umumnya disebabkan oleh faktor orang tua dan faktor guru yaitu: faktor keluarga yang kurang mendukung siswa untuk belajar dan faktor guru yang kurang dapat menyampaikan materi.

Dengan demikian, kesulitan belajar berarti suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara wajar. Bisa disebabkan adanya ancaman, hambatan atau gangguan dalam belajar. Artinya, kesulitan adalah ketidak mampuan siswa dalam menyelesaikan soal. Pada dasarnya kesulitan belajar tidak hanya dialami oleh siswa yang berkemampuan rendah saja, tetapi juga dialami oleh siswa berkemampuan tinggi. Selain itu, kesulitan belajar juga dapat dialami oleh siswa yang berkemampuan rata–rata (normal) disebabkan oleh faktor–faktor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik sesuai dengan harapan.

Padahal, pembelajaran mata pelajaran geografi dapat mengembangkan kemampuan intelektual tiap orang atau peserta didik yang mempelajarinya. Geografi dapat meningkatkan rasa ingin tahu, daya untuk melakukan observasi terhadap alam, melatih ingatan dan citra terhadap kehidupan dengan lingkungan dan dapat melatih kemampuan memecahkan masalah kehidupan yang terjadi sehari-hari. Dengan melakukan pembelajaran geografi kemampuan kognitif,efektif dan psikomotor peserta didik dapat ditingkatkan.

Oleh sebab itu, upaya harus dilakukan siswa dan orang tua agar bisa mengatasi kesulitan belajar mata pelajaran geografi adalah mempersiapkan diri dengan baik ketika akan belajar, menjaga kesehatan, mengatur waktu belajar dengan baik, memahami materi pelajaran dan tidak lupa untuk memberi pengertian kepada orang tua terhadap pentingnya belajar di rumah sehingga orang tua mendukung ketika siswa belajar di rumah.

Dukungan orang tua, dipandang sangat penting untuk membuat anak bisa fokus belajar di rumah pada suatu mata pelajaran. Pada akhirnya, secara perlahan kesulitan-kesulitan dalam belajar bisa diselesaikan dengan terlebih dahulu belajar di rumah dan guru di sekolah tinggal membimbing sehingga anak untuk lebih paham.

Disamping itu, guru sebagai komponen yang terlibat langsung dalam proses belajar mengajar dituntut untuk dapat mendiagnosa ketuntasan belajar anak yang dilihat berdasarkan tujuan yang hendak dicapai yaitu Standar Kompetensi (SK). Disisi lain, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, perhatian utama ditujukan kepada penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar (PBM), seperti yang dilakukan pemerintah dengan cara melengkapi keperluan proses belajar mengajar, penataran guru-guru, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan lain-lain. *Penulis: Lismar Sri Riyanti, Guru SMAN 1 Bengkalis

(Visited 312 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.