Peduli Negeri, Muslimah HTI Kota Dumai Adakan Kongres Ibu

mhi2DUMAI (FULLRIAU.COM) –Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia  (HTI) menyelengarakan agenda akbar Kongres Ibu Nusantara yang telah dilaksanakan empat tahun belakangan. Kota Dumai menjadi salah satu kota dari 83 kota yang menyelenggarakan agenda nasional tahunan ini dalam bentuk Kongres Ibu Nusantara di Gedung Sri Bunga Tanjung Kota Dumai, Ahad (18/12).

Kongres Ibu Nusantara Kota Dumai tahun ini, menghadirkan empat pembicara dari Kota Duri, Rohil dan Dumai yaitu Ustazah Siti Khadijah, Novita SP, Dewi Kumalasari, S.Pd dan Nur Aqidah, SH dengan mengambil tema Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga. Melatar belakangi kegiatan ini adalah keprihatinan kondisi keluarga Indonesia dan MHTI menginginkan kesadaran tentang kondisi real negeri ini dimana ibu dan calon ibu merupakan madrasah ula generasi masa depan negeri ini.

Ustazah Siti Khadijah dalam paparannya menyampaikan keprihatinannya atas kerusakan generasi disebabkan ide liberalisasi yang telah merasuki hingga faktor terkecil, keluarga. ”Apalagi aktivitas pacaran dikalangan remaja semakin mengerikan. Hingga akhirnya, banyak penerus generasi rusak. Angka survei menunjukkan banyak remaja yang tidak lagi perawan, bahkan sampai melakukan aborsi,” ungkapnya.

mhiSenada dengan itu, juga disampaikan pembicara kedua Novita SPd yang merupakan praktisi pendidikan. Menurutnya,  saat ini kerusakan generasi juga disebabkan karena sistem pendidikan yang rusak. Masih bersangkut-paut penyebabnya dengan liberaslisasi sistem pendidikan.

”Ditengah kebingungan para ibu dengan sistem pendidikan di Indonesia, para ibu justru dikepung dengan mahalnya biaya sekolah. Tidak hanya itu, ibu juga dipusingkan dengan terus meroketnya harga bahan pokok, kesehatan dan lain sebagainya,” sebutnya.

Akibatnya kata Novita, para kepala rumah tangga juga dikepung ditengah sulitnya mencari pekerjaan. Hingga akhirnya para ibu harus keluar dari rumah untuk turut mencari nafkah keluarga dan meninggalkan peranan utamanya dalam mendidik anak.

”Negara telah berlepas tangan atas tanggung jawabnya dalam menjamin kesehatan masyarakat. Hal ini terlihat dengan adanya program jaminan kesehatan nasional. Masyarakat diminta untuk membayar jaminan atas kesehatannya. Perlu diketahui, dalam Islam jaminan kesehatan masyarakat merupakan tugas utama negara.” ungkap Dewi Kumalasari, SPd dalam pemaparannya.

Keprihatinan ini semakin menjalar ketika melihat bagaimana hukum bekerja di negara ini. Menilik bagaimana kasus pemerkosaan, Yuyun dengan keputusan akhir bebas kepada pelaku dikarenakan masih dibawah umur berdasarkan undang-undang negeri ini. ”Begitupula ketika melihat proyek reklamasi dan sumber waras yang hingga kini tidak bisa dibongkar dikarenakan hukum negeri ini yang masih bisa dibeli,” sebutnya.

Nur Aqidah, SH Pembicara ke empat memberikan solusi yang solutif atas segala permasalahan dinegeri ini. Yaitu kembali kepada aturan Islam. Dengan kembali kepada hukum buatan Allah secara totalitas maka seluruh permasalahan yang terjadi dapat teratasi. ”Sebab, Allah telah memberikan aturan yang sangat sesuai dengan manusia,” jelasnya.(rilis DPD II MHTI Dumai/FR)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *