Pemkab Upayakan Dana Kesehatan Aparatur Desa/Kampung

SIAK- Pemkab Siak terus putar otak untuk tetap bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat nya minimal terhadap sekelompok masyarakat yang profesinya sebagai sebagai aparatur pemerintahan di desa/kampung dan kelurahan.

Yang menjadi prioritas adalah mengenai program kesehatannya, seiring dengan semakin sulitnya menjalankan program Jamkesda sebagaimana yang berlaku sebelum-sebelumnya.

“Program Jamkesda saat ini tidak bisa lagi kita terapkan seperti tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan anggaran akibat APBD Siak jumlahnya banyak berkurang. Kalau sebelumnya setiap warga yang memiliki identitas penduduk Kabupaten Siak bisa menikmati program Jamkesda namun untuk ke depan ini yang bisa adalah warga Siak yang belum terakomodir sebagai peserta BPJS Kesehatan karena kurang mampu,” jelas Bupati Siak, H Syamsuar.

Masih keterangan bupati, untuk mengakomodir pelayanan kesehatan bagi aparatur desa sudah menjadi pemikiran dirinya untuk bisa ditanggulangi bukan dari dana pribadi masing-masing aparatur.

“Diantara yang menjadi tilikan dan pemikiran kami adalah bagaimana dana yang masuk ke pemerintah desa bisa digunakan untuk menanggulangi biaya kesehatan dimaksud. Apakah hal ini dibolehkan atau tidak menurut ketentuan dan aturan yang ada,  ini yang kami coba cari tahu,” sebutnya.

Ditambahkannya, kalau seandainya dana yang masuk ke desa itu dibolehkan maka tentu itu akan kami lahirkan kebijakannya.

“Kita sadar bahwa honor yang diterima aparatur desa saat ini memang jauh dari cukup. Nah untuk turut meringankan bebannya maka kita berkeinginan untuk menanggulangi dengan dana publik,  asal tidak menyalahi ketentuan yang ada di negara ini,” ucapnya disela-sela acara pelatihan keuangan bagi aparatur desa di Siak kemarin. (*/FR)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.