Pengendara tak Bawa SIM di Denda Rp1 Juta

DUMAI– Beberapa personel Satlantas Polres Dumai tampak berdiri di Jalan Sudirman, Rabu (8/2) kemarin,  bunyi peluit terdengar nyaring. Beberapa pengendara yang tidak menggunakan helm dan kelengkapan kendaraan lainnya diberhentikan. Satu persatu diperiksa dan kemudian ditilang dengan Sistem E-Tilang.
Pengendara yang ditilang dikenakan denda maksimal bagi yang tidak menggunakan helm dikenakan denda Rp 250 ribu, yang tidak membawa SIM didenda Rp 1 juta. Seperti yang dialami seorang warga yang diketahui bernama Jhon Keri. Saat diperiksa ia tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi (SIM). Polisi langsung menilang dan pengendara membayar lewat transaksi via ATM dengan jumlah denda maksimal. Pengendara juga diberi lembaran tilang warna biru.
“Satu hari diberlakukan E-Tilang, sudah ada 13 berkas, semuanya di kenakan denda maksimal sesuai dengan undang-undang,”ujar Kasat Lantas Polres Dumai AKP Emil Eka Putra.
Denda tersebut merupakan titipan pengendara, jika pengadilan memutuskan lebih rendah dari denda maksimal makanya uang tersebut akan di kembalikan melalui rekening pengendara. “Denda maksimal tersebut dilakukan agar pengendara lebih taat aturan yang ada,”tuturnya.
Ia juga mengatakan penindakan dilakukan dengan cara sistem hunting jadi tidak menetapkan disatu tempat. “Personel hunting ke beberapa jalan yang padat lalu lintas, pengendara dengan kesalahan kasat mata seperti tidak menggunakan helm diberhentikan, dan diperiksa,” sebutnya.
Untuk diketahui dalam uu lalu lintas  dijelaskan setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).
Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2)
Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280).Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2) dan masih banyak lagi.(*/FR)
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *