REKTOR ‘Awak, Siten dan “Munafaat”.

Kami IAITF Dumai

FULLRIAU.COM — PAK Rektor awak di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Dr H Ahmad Roza’i Akbar S.Ag MH dan pak Yayasan Dr HM Rizal Akbar S.Si M.Phil dalam setiap diskusi kecil di Pojok Literasi Tafidu selalu bercerita tentang seorang penjual es keliling dikampungnya, bernama Siten.

Tapi,  tulisan ini bukan nak membahas soal siapa Siten. Akan tetapi menyampaikan ada pembelajaran bernilai filosofi hidup. Terutama dalam berkomunikasi terkait sesuatu pekerjaan bernilai manfaat bagi orang lain dikenal dengan ‘Beso Munafaatnyo’.

Mengawali inilah, langkah diayun dengan segenap kemampuan keilmuan yang dimiliki untuk dibaktikan bagi sebuah matlamat dan kemaslahatan dari kerja besar masa depan akademis untuk bersama.

Keseriusan, kesabaran, ketekunan, keuletan, kerjasama dan keinginan untuk terus belajar dan belajar adalah menjadi rahasia. Apakah sudah terlambat, taklah terlalu dipikirkan. Yang penting,  ada bakti sekecil apa pun bisa dicurahkan buat sebuah kemaslahatan.

Apalagi dalam mengelola akademis, keunggulan adalah menjadi kerja keras dari semua unsur tidak hanya sekedar gugur tanggungjawab. Tapi saling berkolaborasi, melangkah se-ia dengan menjunjung tinggi kreatifitas, inovasi ditengah matlamat menciptakan intelektual yang ulama. Seumpama kata Rektor awak (IAITF Dumai ‘Red), “Boleh salah masuk, tapi jangan salah keluar,”

Oleh sebab itulah, hari ini,  Sabtu (11/07 2021) hampir sudah 75% kerja besar itu dikerjakan dan  dipandang rampung. Mulai dari Selasa (06/07  2021)  pukul 09.30 Wib kami berangkat dari kampus. Setiba di rumah Jl Kayangan, makan, istirahat maka sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 23.00 Wib aktivitas pun dimulai langsung dibawah komando DR Rizal Akbar S.Si M.Phil dan didampingi ibu Direktur P2T IAITF Dumai, Windayani M.Pd dan saya sendiri Dawami S.Sos M.I.Kom selaku Ketua LPM  IAITF Dumai.

Ada juga Dr (Cand) Deni Suryanto M.Pd, Zikri Fahmi, Amel, Farid, Meldian, Lini dan Fikri. Dan yang paling penting selama di Jalan Kayangan ditongrongi, dimotivaai dan selama dua hari pula Rektor IAITF Dumai turun tangan langsung memberi masukan, pemikiran hingga pekerjaan penting ini bisa rampung.

Yang jelas, dihari-hari berikutnya dan hingga  diturnitin dengan hasil 25 % dari plagiasi dan harus ditongrongi lagi hingga menjadi 10% atau dibawahnya. Jumat malam Sabtu, pukul.23.15.menit, menjadi deadline  dan semua berkas dan data yang sudah rampung dikemas. Artinya,  pekerjaan lanjutan kira-kira 25% lagi seperti mengurangi menjadi 150 halaman,  menyiapkan link ke website, beberapa editing pembersihan kalimat dan kata, beberapa pembuktian antara yang dibuat dengan bukti-bukti realitas. Insyaalah akan dilanjutkan.

Terkait pangkalan data tentang identitas perguruan tinggi, laporan evaluasi diri, ringkasan eksekutif, kondisi eksternal, analisis pengelolaan. Demikian pula dengan soal 9 kriteria yang harus dilengkapi yaitu  C1 ( visi, misi, ttujuan dan strategi), C2 ( tata pamong, tata kelola dan kerjasama), C3 (mahasiswa), C4 ( sumber daya manusia), C5 ( keuangan, sarana dan prasarana), C6 ( pendidikan), C7 ( penelitian), C8 (pengabdian kepada masyarakat), C9 ( luaran dan capaian Tridharma).. Kerja memang belum selesai dan kami akan terus melangkah dan melangkah, dengan istilah-istilah yang dulu sangat dan sangatlah asing .Hari ini, sangat dan sangatlah akrab.  Semoga apa dikatakan Siten tentang nilai-nilai hidup dari memberi “munafaat” ada baiknya dan himahnya.***

*Dawami S.Sos M.I.Kom,  Dosen IAITF Dumai, Jurnalis Senior dan Konsultan  Komunikasi Politik

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *