Selat Solo, Hidangan Para Raja yang Kini Disuguhkan ke Raja Salman

SELAT solo sempat menjadi perbincangan hangat pada 2015. Kini nama itu kembali muncul karena menjadi suguhan yang dipilih Istana Kepresidenan untuk menjamu Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Bogor.

Pada 2015, selat solo menjadi salah satu menu yang dipilih untuk disuguhkan sebagai menu resepsi pernikahan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda pada Juni di Solo, Jawa Tengah.

Makan tidak heran, kini Presiden Jokowi kembali kembali memilih makanan tersebut sebagai menu spesial untuk makan siang bersama raja dan para delegasi dari Arab Saudi. Sebagai putra asli Solo, Jawa Tengah, tentu Jokowi sangat bangga dengan kuliner khas daerahnya tersebut hingga memilihnya menjadi jamuan spesial untuk sang raja.

Selat solo adalah hidangan berupa olahan beraneka ragam sayur seperti wortel, buncis, kentang, mentimun, daun selada dan potongan daging sapi. Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa ada potongan daging sapi dalam menu ini, melihat wujud menu ini mungkin mengingatkan Anda pada hidangan steak atau bistik yang merupakan menu ala Eropa.

Ya, selat solo memang bukan 100 persen kuliner asli Indonesia. Selat solo lahir akibat perpaduan antara makanan khas Barat yang dibuat sesuai dengan selera lidah masyarakat lokal.

“Isiannya yang banyak mengandung sayuran serta diberi mayones merupakan hidangan yang kental dengan sajian barat,” beber Chef Rahdian Adimas Grand Artos Aerowisata Hotel and Convention Magelang, Jawa tengah ketika diwawancari Okezone beberapa waktu silam.

Perkawinan selat solo dengan selera masyarakat lokal, khususnya masyarakat Jawa ada pada penggunaan kecap pada kuahnya yang cukup banyak. “Ini yang mencirikan makanan khas Jawa Tengah,” terang Chef Rahdian lagi.

Soal muasalnya, Chef Rahdian kembali menyebut, pada zaman dulu, hanya orang-orang kerajaan saja yang sanggup menikmati kelezatan selat solo. Mengingat bahan dasarnya yang menggunakan daging sapi yang merupakan bahan makanan tergolong mewah saat itu, sekarang pun masih tergolong mewah.

Sementara pakar kuliner Indonesia, William Wongso dalam akun istagramnya pernah menyebut, keberadaan selat solo kemungkinan adalah upaya masyarakat Solo pada zaman Belanda yang ingin mencoba meniru selera steak Belanda dengan bahan yang ekonomi. Maka lahirlah selat solo dengan kuah kecap manis yang sesuai dengan selera lidah orang Jawa.

Makan tak heran jika Presiden Jokowi memilih selat solo sebagai hidangan spesial untuk Raja Salman dari Arab Saudi. Mungkin Jokowi ingin bernostalgia dengan muasal selat solo, karena aslinya selat solo adalah hidangan para keluarga raja.
(ndr)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *