Tendangan Pertama Zulfan Heri, Tandai Pembukaan Mekong Cup XIV Tahun 2017

SELATPANJANG — Turnamen sepakbola bergensi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Mekong Cup XIV Tahun 2017  kembali digelar, Sabtu (4/3 2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pembukaan Mekong Cup XIV yang diikuti 76 klub sepakbola se Kabupaten Meranti ditandai dengan penendangan bola pertama oleh anggota DPRD Riau Periode 2009-2014, Zulfan Heri yang sekaligus menjadi sponsor utama, Camat Tebing Tinggi Barat Helfandi SE MSi, Danramil Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Juga disaksikan oleh KONI Kabupaten Kepulauan Meranti, Wakapolres Kabupaten Kepulauan Meranti dan masyarakat pencinta sepakbola se Kabupaten Kepulauan Meranti yang begitu antusias.

“Festival olahraga ini sudah 24 tahun berjalan sejak Mekong belum dimekarkan masih berinduk dengan Desa Alai. Setelah Mekong jadi desa, festival ini sudah 14 tahun berjalan. Semoga iven ini memberi nilai positif  bagi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya untuk olahraga sepakbola,” ungkap Zulfan Heri.

Dalam sambutannya, mantan Dosen Fisipol Universitas Riau ini juga menceritakan bagaimana awal sejarah berpartisipasi dalam Iven Mekong Cup. Dimana dimulai sejak tahun 2013 turut berpartisipasi dengan bantuan dari 500 ribu rupiah awalnya hingga sekarang tahun 2017 ini puluhan juta rupiah.

”Bagi saya, iven Mekong Cup memiliki ikatan tersendiri di hati saya. Walau sudah tidak menjadi anggota DPRD, tapi bagi saya Mekong Cup XIV tahun 2017 ini, saya kembali hadir menjadi sponsor mulai dari hadiah uang tunai juara 1-4, mendali juara 1-3, top skore piala  dan uang tunai, begitu juga untuk pemain terbaik. Tentunya, selain itu baleho dan poster saya. Saya siapkan untuk meramaikan Mekong Cup,”  jelas Anggota DPRD Riau 2009-2014 Dapil Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti dari Partai Golkar ini.

Tidak lupa pula, Zulfan Heri juga mengajak semua elemen mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda Desa Mekong, Alai dan Alai Selatan yang cinta sepakbola untuk saling berkerjasama membesarkan Mekong Cup ini menjadi festival olahrga rakyat.

”Didalamnya kedepan ada kegiatan bazar rakyat, pameran foto Mekong Cup setiap tahun, dialog bola antara generasi, pertunjukan seni budaya dan permainan rakyat yang dibungkus dalam agenda  besar bernama Mekong Cup,” harapannya.

Untuk bisa misi besar ini tercapai kata alumi Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) ini, harus ada langkah-langkah yang harus dilakukan dilapangan ini, Seperti menambah tribun sayap kanan kiri dan seberang. Membuat kios-kios bazar dibangun dengan baik permanen dan berstandar. Infrastrukutr jalan diperbaiki, gedung tempat teknikal meeting dibangun dan bisa digunakan untuk tempat pelatihan pemuda-pemuda kampung dengan multifungsi, panggung seni budaya juga tersedia dengan baik termasuk halaman permainan rakyat.

”Tanah yang luas ini, saya kira memadai untuk program terpadu sehingga kedepannya Mekong Cup bukan hanya menjadi perhelatan olahraga semata tapi juga menjadi perhelatan festival rakyat yang menjadikan bola sebagai ikon pariwisata lokal, regional dan kawasan serantau,” tegasnya. (rilis/FR)

 

 

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *