Truck Berat Masuk Dalam Kota, Anak Meninggal Ditempat, Ibu Kritis di RS

PERAWANG — Berulang kali telah dilakukan pertemuan antara pihak terkait dan berwewenang dipemerintahan serta pihak terkait laiinya di pihak swasta baik di kantor Kecamatan maupun kantor Polseknya untuk membicarakan tentang pelarangan masuknya truck berat di jalur dalam kota Perawang.

Dan telah berulang pula ada kesepakatan yang tercetus dan bahkan sudah ditanggapi Bupati dan Wabup Siak dan berjanji mengkoordinasikan dengan pihak terkait di tingkat Kabupaten Siak untuk menyikapi hal tersebut. Namun truck berat tetap lewat tanpa bersalah dan takut ditindak aparat karena melarang kesepakatan yang terlahir dari pertemuan beberapa pihak terkait dan berwewenang.

Akibatnya kerisauan masyarakat akan keselamatannya di jalan terbukti pada Selasa (7/3) siang kemarin. Seorang anak usia sekolah bangku SMP merenggang nyawa di jalan raya dan ibunya hingga berita ini ditulis masih kritis di salah satu RS Pekanbaru setelah terjadi kecelakaan dengan satu unit truck berat di Km 8 Jalan Raya Perawang.

Informasi yang berhasil diperoleh korban baru saja dari menjemput anaknya pulang sekolah namun naas dia terlibat kecelakaan dengan truck berat bernopol BK 8659 BO yang dari arah yang sama.

“Ibunya saat ini masih kritis di RS Pekanbaru”, ujar Ketua RW dimana korban berdomisili, Efrizal Rabu kemarin.

Banyak pihak yang mengutuk insiden tersebut termasuk Camat Tualang, Zalik dan anggota DPRD Siak, Ismail Amir.

“Saya sangat mengutuk masih adanya truck berat yang masih  dengan leluasa dan sesukahatinya masuk dalam jalur kota Perawang tanpa adanya tindakan serius dari aparat yang bewewenang dalam melakukan penertiban. Padahal dufsh berulang kali dilakuksn pertemuan dengan beberapa kesepakatan yang intinya melarang truck berat masuk jalur kota. Kita pertanyakan apa tugas  Dishub karena rambu-rambu dan spanduk larangan belum juga terlihat dipasang padahal itu juga sudah masuk dalam kesepakat an pada pertemuan baru-baru ini. Saya akan coba menggunakan lembaga lrgislatif untuk minta pertanggungjawaban mereka,” ujar anggota DPRD Siak, Ismail Amir Rabu kemarin saat dihubungi.

Ditambahkannya untuk mewujidkan rasa marah masyarakat maka nanti sore (Rabu sore kemarin, red) akan ada aksi massa.

“Ya benar, nanti akan ada aksi massa untuk melakukan penertiban pelarangan masuknya truck berat ke jalur kota,” aku camat. (*/FR)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *