17 Warga Bangladesh di Tangani Imigrasi Dumai

BANGLADESDUMAI –  Menindak lanjut warga negara Bangladesh yang di amankan Sat Reskrim Polres Dumai di rumah RT 02 Jalan Meranti Darat Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan Senin Kemarin,  akhirnya mereka Imigran telah diserahkan ke kantor Imigrasi Kelas II Dumai.

Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Juper Lumban Toruan SIK,  saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (18/10) siang. Terkait tindak lanjut penangkapan Imigran itu Ia mengatakan pihaknya telah melimpahkan ke 17 Imigran itu ke pihak Imigrasi Dumai,  “Sudah dilimpahkan ke imigrasi kota dumai, untuk tindak lanjutnya ditangani oleh Imigrasi kota Dumai.” kata Juper.

Terkait nama- nama yang di sampaikan para saksi Sebelumnya,  Kasat Reskrim mengatakan belum memeriksa hak itu karena perkara diduga Imigran ini akan melakukan  penyebrangan ke malaysia. “nama yang di duga terlibat hal ini Belum kita periksa,  karena perkara sudah  dilimpahkan ke imigrasi, itu sudah wewenang imigrasi om,”  sebut Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Juper Lumban Toruan SIK.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Dumai, Zulkifli Ahmad saat dikonfirmasi  pihaknya telah menerima warga negara Bangladesh itu,  “tadi sekitar jam 12an udah diserahkan pihak kepolisian ke Imigrasi,  mereka semua (orang bangladesh red) memiliki dokumen resmi, untuk pemeriksaan dan dugaan sedang dalam pemeriksaan,”  tutupnya.

Bermula Sat Reskrim Polres Dumai mengamankan belasan Imigran warga negara Bangladesh yang ditampung di Jalan Meranti Darat Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan Senin (17/10) sore. Mereka berjumlah 17 orang itu diamankan saat sedang berkumpul di rumah seorang ketua rukun tetangga (RT 02) setempat.

Tim Opsnal Sat Reskrim menerima laporan warga mengetahui rumah tersebut terdapat warga bangladesh yang ditampung. Setelah periksa, polisi menemukan mereka, 17 orang WNA Banglades 2 merupakan warga Dumai sebagai pemilik rumah dan sopir travel yang bekerja sebagai antar jemput mereka.

Saat di tangkap mereka di gelandang ke ruang Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Dumai dilakukan pemeriksaan.

SU (59) merupakan RT 02, mengaku mereka dititipkan di rumahnya, “mereka dititipkan ke saya dan saya hanya membantu untuk sementara waktu dirumah dan mengasi makan, dan saya diberi uang untuk 1 juta untuk biaya makan mereka saja,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui dari mana dan hendak kemana berlasan warga bangladesh itu akan di bawa, “yang jelas saya hanya memberi makan saja, setau saya mereka legal, mereka mengantongi Paspor,” sebutnya.

SU mengaku warga bangladesh 4orang warga bangladesh itu sudah 3 hari dirumahnya.

Pengakuan dari AN (40) sopir travel, bahwa ia hanya mengantar atas suruhan saja, “saya cuma mengantar mereka sesuai yang di sampaikan,” sebutnya kepada polisi.

Kini perkara itu tengah di tangani oleh Imigrasi Kelas II Dumai. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *