2016 Puskesmas di Rohil Punya Anggaran Sendiri

4655_Bupati-Suyatno-Ingatkan-Dokter-Tak-Mengeluh-Layani-Pasien2BAGANSIAPIAPI-Bupati Rokan Hilir, H Suyatno menegaskan akan memprogramkan di tahun 2016 mendatang setiap Puskesmas memiliki anggaran tersendiri,tidak seperti sekarang kebutuhan Puskesmas harus meminta ke Dinas Kesehatan setiap membutuhkan.

Hal tersebut diutarakan bupati saat memberikan sambutan pada acara Seminar Sehari Ikatan Dokter Indonesia cabang Rokan Hilir bersama PPNI dan IBI di aula lantai V Hotel Lion, Kamis (17/12) di Bagansiapiapi.

“Kita ketahui selama ini setiap Puskesmas membutuhkan segala sesuatu termasuk hal kecil seperti pena dan pensil sekalipun harus mengajukan ke Dinas Kesehatan.Hal ini lah yang membuat saya berpikir kalau Puskesmas memiliki anggaran sendiri tentu tidak perlu sesulit itu. Saya sempat tanyakan ke Sekda dan Kepala Bappeda terkait rencana mengangarkan sendiri dana bagi masing-masing Puskesmas dan hal itu ternyata bisa. Nah makanya di tahun 2016 mendatang kita akan programkan Puskesmas harus memiliki anggaran sendiri agar mempermudah proses kerja tanpa harus meminta-minta seperti minta sedekah ke Dinas,” kata bupati.

Menurut orang nomor satu di Rohil ini kedepan dengan memiliki anggaran sendiri dan langsung mengajukannya ke Pemerintah mulai dari pengelolaanya hingga pengunaan anggaran yang langsung dilakukan masing-masing puskesmas dirinya meyakinkan proses pelayanan kesehatan akan dapat lebih ditingkatkan.

“Kalau selama ini kan ribet, butuh obat, peralatan dan sebagainya harus mengajukan ke Dinas. Kalau punya anggaran sendiri Puskesmas bisa langsung membelanjakanya tampa harus menunggu lama dan memakan proses,” kata bupati.

Dengan memprogramkan anggaran sendiri bagi tiap Puskesmas bupati dapat menuntut kepada masing-masing Kepala Puskesmass yang ada untuk dapat lebih meningkatkan lagi pelayanan kesehatan.

“Saya pernah ke Puskesmas Bangko, ruang pendaftaranya saya lihat file pasien menumpuk-numpuk. Saya sempat tanya ke tenaga medis yang ada di sana apakah bisa mencari nama orang yang melakukan pendaftaran mereka bilang bisa. Kalau saya jelas binggung,” terangnya.

Menyikapi kondisi ini dirinya meminta agar di perbaiki dan di rubah polanya. “Kalau bisa mudah kenapa harus menyulitkan diri, jadi saya sarankan agar kedepan di 2016 mendatang sistem pendaftaran pasien di masing-masing Puskesmas dirubah tidak lagi mengunakan cara manual melainkan mengunakan IT yakni Komputer. Jadi pasien yang datang mendaftar datanya di simpan di komputer agar mudah mencarinya,ya di tahun 2016 nantinya juga akan di programkan tiap Puskesmas memiliki Komputer.”terang Bupati.(FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *