Tenaga Pengajar Lulusan S1

penyuluhan-bahasa-dan-sastr3DUMAI – Dinas Pendidikan Kota Dumai telah berhasil meningkatkan kualitas pendidik. Buktinya, sekarang 90 persen tenaga pendidik atau guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Dumai sudah berijazahkan Strata Satu (S1). Sisanya, 10 persen lagi masih menempuh pendidikan S1 di berbagai universitas di Indonesia seperti Universitas Terbuka (UT).

“90 persen tenaga pendidik atau guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Dumai sudah berijazahkan Strata Satu (S1). Sisanya 10 persen lagi masih menempuh pendidikan S1 di berbagai universitas di Indonesia seperti UT,” kata Kadisdik Kota Dumai, Sya’ari.

Sedangkan lanjut Sya’ari menjelaskan, untuk guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sudah berijazahkan S1 sebanyak 80 persen, guru Sekolah Dasar (SD) baru 60 persen.

“Yang belum memiliki ijazah S1 sudah kita anjurkan untuk menempuh pendidikan S1 melalui berbagai universitas di Indonesia sebab guru sudah wajib S1. Kita menargetkan di 2016 semua guru sudah S1,” ucap Kadisdik Kota Dumai.

Ditambahkannya, jumlah guru di Kota Dumai sebanyak 2.500 guru negeri, ditambah 1.500 guru honor Provinsi dan honor Komite. Sedangkan gurus swasta SD hingga SMA sebanyak 1.000 guru lebih. Menurutnya berdasarkan program Nasional seharusnya di 2015 seluruh guru SD hingga SMA sudah harus S1, tetapi dalam perjalanannya masih banyak guru di Kota Dumai yang belum S1, dan rata-rata guru yang belum berijazah S1 berusia 50 tahun keatas. Sedangkan guru yang berusia dibawah 50 tahun saat ini tengah menempuh pendidikan di berbagai Universitas di Indonesia.

Sambil menunggu guru menyelesaikan pendidikan S1 nya Disdik Dumai sudah melakukan Uji Kopetensi Guru (UKG). “Belum lama ini kami telah melaksanakan UKG tujuannya agar guru memiliki kompeten dan bersertifikat, karena selain berijazah S1 seluruh guru juga harus bersertifikat pendidik yang bisa didapat melalui UKG. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.”Terang Sya’ari.

Kenapa guru harus berijazah S1, menurut Sya’ari karena guru harus menjadi tenaga pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik agar menjadi generasi penerus yang memilki SDM yang handal dan profesional.

Untuk itu guru harus berpendidikan S1 dan memilki kompetensi. Tegasnya Selain agar mampu menjadi tenaga pendidik yang baik, ijazah S1 dapat membantu guru swasta dan honorer menjadi CPNS. “Bagi guru honor dan swasta yang berijazah S1 akan memiliki kesempatan yang besar untuk diusulkan menjadi CPNS. Untuk itu kami berharap tahun depan seluruh guru SD hingga SMA sudah berijazahkan S1.”tutupnya.(FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *