7 Hari Tengelam, Wajah Suhendri Sudah Tidak Utuh

TENGGELAMDUMAI– Basarnas Pekan Baru Wilayah Kerja Dumai (Pos Kota Dumai) akhirnya berhasil menemukan Suhendri (25) yang merupakan korban Insiden kapal Anisa Indah I GT 32 muatan pasir tengelam di perairan Tanjung Teguh Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Jumaat (16/9) pekan lalu.Ia ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi bagian wajah rusak dan telinga sudah tak utuh.
Suhendri ditemukan, Rabu (21/9) pukul 15.25 oleh regu penyelam basarnas didalam sebuah kamar mesin berukuran kurang lebih 50cm pada kapal tengelam tersebut, namun basarnas menunda melakukan evakuasi pada hari Rabu kemarin, karena kondisi cuaca dan arus tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi, berlanjut Kamis (22/9) kemarin Basarnas melakukan evakuasi pagi pukul 09,00Wib hingga berhasil di evakuasi pukul 13.25Wib.

Capt Leni Tadika KN Sar 218 saat dikonfirmasi, Kamis (22/9) sore menyebutkan, Jenazah korban saat pertamakali ditemukan dalam kondisi bagian wajah dan telinga korban sudah tidak utuh, namun bagian tubuh, kaki dan tangan korban masih utuh.

” korban ditemukan pada Hari ke 4 pencarian, rabu kemari, namun kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi, dan kami (Basarnar Pekan Baru Red) melanjutkan pencarian Hari ini (kamis kemarin).” Ujar Leni.

Lanjut Capt Kapal Wanita ini menjelaskan, korban ditemukan pada kedalaman 7 -8 meter, saat ditemukan bagian wajah pada korban itu sudah tidak utuh. “Pada pencarian personil kita turun 15 terdiri dari tim penyelam berjumlah 2 orang. Dari masyaraka 4orang,” katanya.
Usai ditemukan, Jenazah Suhendri diserahkan ke Kapolsek Rupat Selatan dan selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga, terlihat ratusan warga turut menyaksikan evakuasi tersebut dari atas jembatan.

Berawal Insiden kapal dengan nama Anisa Indah I GT 32 muatan pasir dikabarkan tengelam di perairan Tanjung Teguh Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

Capt Leni Tadika KN Sar 218 mendapatkan laporan 2hari setelah kejadian Jumat (16/9), dan melakukan pencarian selama 5 hari hingga korban dapat ditemukan oleh regu penyelam, pihaknya telah menurutkan regu penyelam sejak hari kedua dan ketiga setelah kejadian, “tim penyelaman didatangkan langsung oleh Basarnas dari Pekanbaru telah melakukan penyisiran terhadap badan kapal hingga kedalaman kapal, namun tidak ditemukan ada tanda-tanda korban yang masih hilang hingga hari kelima. Senin (20/09) kemarin. Pada hari ke 7 kejadian akhirnya jenazah ditemukan,” urainya.

Tim penelusuran pencarian korban melalui penyelaman hingga kedalaman tujuh sampai sepuluh meter kedalaman laut, dan untuk areal luas pencarian hingga radius lima mil dari sisi barat dan lima mil dari sisi timur.

Bangkai kapal memang sudah ditemukan senin (19/09) kemarin, tim mendapatkan bangkai kapal didasar laut dengan posisi Karam tegak lurus. Tanpa ditemukan kebocoran atau pecahan dinding kapal.

Insiden yang menelan 1korban jiwa ini sedang membawa muatan pasir tujuan Selat Panjang Kabupaten Meranti ini terjadi kuat diduga akibat cuaca buruk, Diketahui 2 dari tiga orang atas nama Zulfajri (30), dan tekong atas nama M. Taher (35) yang berada diatas kapal berhasil selamat berkat bantuan dari kapal yang melintas di tempat tenggelamnya Annisa Indah I, sedangkan I ABK atas nama Suhendri (25) saat ini dinyatakan sudah ditemukan.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *