70.000 Orang Yang Masuk Surga Tanpa Hisab dan Azab

664xauto-inilah-70000-orang-yang-masuk-surga-tanpa-hisab-dan-azab-1512217Diketahui bahwa manusia masuk surga ada 3 kategori, yaitu: langsung masuk surga tanpa hisab (dihitung kebaikan dan keburukannya), masuk surga setelah dihisab, dan masuk surga setelah diadzab terlebih dulu.

Dalam sebuah hadis pernah disebutkan bahwa ada keutamaan dari 70.000 orang dari Umat Rasulullah SAW yang akan masuk surga tanpa melalui proses hisab dan adzab.

“Ditampakkan beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada pula seorang nabi yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang menjawab: ‘Ini adalah Musa dan kaumnya,’ lalu dikatakan, ‘Perhatikanlah ke ufuk.’ Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, ‘Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.’ Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. Ada yang berkata, ‘Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. Mereka berkata, ‘Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.’ Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu beliau keluar dan berkata, mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (dimanterai), tidak meramal nasib dan tidak mita di-kay, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal.” (HR. Bukhari)

Makna hadis di atas menggambarkan bahwa 70.000 manusia umat dari Rasulullah SAW yang memasuki surga tanpa hisab dan adzab adalah mereka yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT karena tidak minta diruqyah (orang yang meminta diruqyah adalah orang cenderung hatinya bergantung pada selain Allah SWT), tidak meramal nasib (tidak menggantungkan hidup pada ramalan-ramalan seperti Zodiak, Weton dan sebagainya), tidak minta di-Kay (Kay adalah suatu metode penyembuhan luka dengan menggunakan besi), dan hanya kepada Allah SWT mereka bertawakkal.

(Dari Berbgai Sumber)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *