‘ANAK DURHAKA’ Laporkan Ibunya ke Polisi

224648_87751_Penjara_Besar.__Foto_Pixabay.comBATAM — Masih terlihat raut kesedihan di wajah Siti Jawari, 60 warga Tanjunguncang, Batam, Kepri. Matanya bengkak akibat menangis sejadi-jadinya. Seakan tidak percaya, ibu empat anak ini baru saja dilaporkan oleh Santi Mayanti, tak lain anak kandungnya sendiri ke Mapolres Barelang, Sabtu (27/2).

Usai dari ruang penyidikan, Siti terlihat beberapa kali tak sadarkan diri. Sambil berurai air mata, wanita asal Padang ini terus memanggil nama Santi. Sampai-sampai Sri Hartati anak pertama Siti yang terus berada di sampingnya ikut berurai air mata. “Dia lapor ibunya sendiri,” ucap Sri seperti dikutip dari batampos.co.id (grup JPNN), Minggu.

Sri mengaku, ibunya dilaporkan lantaran dianggap sebagai pengganggu keluarganya. Siti bahkan melarang ibunya tinggal di rumahnya dan bertemu dengan Minha, anak Santi dengan seorang pria berkebangsaan Portugal. “Padahal waktu ia ditinggal suaminya, ibu yang jaga anaknya,” ceritanya.

Dikatakannya, semenjak nasib Santi berubah menjadi lebih baik, sifatnya pun ikut berubah drastis. Orang yang selama ini menjaga dan melindunginya mulai dilupakan. Selain ibu kandungnya sendiri, ia bahkan tak segan-segan mengusir dan mencampakan kakak tertuanya dari rumah.

“Kemarin kami diusir, sekarang kami dilaporkan ke polisi. Mungkin karena dia sudah sukses makanya semena-mena,” sedihnya.

Dari laporan yang dibuat Sri, ia mengaku terusik dengan kehadiran ibu dan kakaknya yang selalu mengatur kehidupannya. Sri yang akan menikah dengan seseorang pria namun berbeda keyakinan dilarang ibu kandungnya. “Mungkin karena itu alasannya ia marah dan melaporkan kami,” lanjutnya.

Larangan ini kata Sri bukan tanpa sebab. Pasalnya, saat menikah dengan suami pertamanya dulu, Santi juga dilarang ibunya. Namun karena tidak mengindahkan, ia ditinggal begitu saja oleh suaminya. “Ibu tak ingin kejadian dulu terulang lagi. Gak salah kan menasehatinya,” sesalnya.

Laporan ini bukan yang pertama kali dilakukan Santi. Sebelumnya ia juga pernah melaporkan ibunya ke Polsek Batuaji dan pos polisi di Tanjunguncang. Padahal waktu itu, Siti hanya ingin melihat cucunya. “Buat apa kalian atur-atur, ini hidup saya,” kata Sri menirukan ucapan Santi.

Kini, Sri hanya bisa berharap pihak kepolisian adil menerima laporan tersebut. “Mulai sekarang tak akan kami usik lagi hidupnya. Kasihan ibu yang sudah sakit-sakitan harus berulang kali ke kantor polisi,” ucapnya sambil berlalu. (rng/ray)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *