Arsenal vs Man City: Poros Maut Ozil-Giroud

075534800_1450627949-Arsenal-vs-Manchester-City-Line-UpsPARTAI sarat gengsi dan perebutan posisi bakal tersaji di Etihad Stadium, Selasa (22/12/2015) dinihari WIB. Dua tim raksasa, Arsenal dan Manchester City, bakal saling baku hantam demi poin maksimal, yang bisa mengangkat mereka untuk terus menekan sang pemuncak klasemen sementara, Leicester City.

Laga lanjutan Premier League 2015/2016 tersebut diprediksi bakal berlangsung ketat. Performa kedua tim sedang berada di titik terpanas, baik dari sisi soliditas tim maupun produktivitas.. Tak heran, saling serang menjadi sajian yang akan mendominasi lapangan milik Arsenal tersebut.

Bagi tuan rumah, partai kali ini wajib menjadi milik mereka jika tak ingin semakin tertinggal dari Leicester City. Pada klasemen sementara, The Gunners terpaut lima angka dengan The Foxes, julukan Leicester City.

Posisi mereka juga terancam sang tamu. Andai kalah, Manchester City yang terpaut satu angka dari Arsenal, akan berada di posisi runner-up. “Kami tak boleh lengah, dan satu-satunya jalan adalah menjaga ritme permainan, konsisten untuk menyerang dan terus mendapatkan kans agar bisa menjebol jala lawan,” ujar Per Mertesacker, bek tengah Arsenal, di The Guardian, kemarin.

Urusan menang berbanding lurus dengan gol. Partai besar ini akan menjadi ujian penting bagi duo yang dianggap menjadi motor permainan terbaik bagi Arsenal, yakni gelandang Mesut Ozil dan bomber Olivier Giroud.

Gelandang serang Arsenal, Theo Walcott mengakui, keberadaan Ozil dan Giroud menjadi kunci dari konsistensi permainan, setidaknya dalam tiga pertandingan terakhir, baik di Liga Champions maupun Premiership.

“Saya pikir komposisi terbaik adalah selalu ada mereka di tiap pertandingan. Namun, semuanya kembali ke manajer. Manchester City tim yang lengkap, tapi kami optimis bisa melanjutkan tren bagus,” sebut Walcott.

Secara statistik, performa duo Ozil dan Giroud memang sedang bagus. Nama pertama misalnya, mampu mengemas dua gol dan 13 assist sepanjang musim ini. Pada musim lalu, total ia hanya terlibat dalam sembilan gol, yakni empat gol dan lima assist dalam 22 laga Premier League.

Artinya, musim ini gelandang berkebangsaan Jerman tersebut berhasil bangkit dan membuktikan kelasnya sebagai gelandang kreatif yang tajam. Sedangkan ‘sang tandem’, Olivier Giroud juga terus memberikan kontribusi signifikan.

Musim ini, ia mencetak gol dalam 12 laga terakhir di Premier League. Total, Giroud mengemas 11 gol dalam 13 penampilan terakhir bersama Arsenal di seluruh kompetisi. Performa tersebut seolah mengirim pesan pada barisan pertahanan Manchester City agar tak lengah sedetik-pun.

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini mengakui, kali ini timnya berada dalam situasi kurang menguntungkan, meski secara teknis tak ada masalah. Kemampuan sistem kuartet di area pertahanan sudah teruji bagus. Sagna, Kolarov dan duo bek tengah Martin Demichelis-Nicolas Otamendi, bisa menjadi andalan.

“Tapi pasukanku baru saja lepas dari jadwal padat, dan itu berpengaruh pada fisik serta konsentrasi. Beruntung, saya memiliki tim pelatih yang solid, sehingga saya yakiin timku bakal banyak berbicara di London,” tegas Pellegrini, sekaligus mengirim sinyal ancaman.

Tak ingin kalah gertak dengan tuan rumah, Pellegrini yakin, armadanya juga akan menjaga ritme permainan. Total 15 gol dalam lima partai terakhir, alias rata-rata 3 gol per gim, menjadi senjata andalan. Kondisi fisik Sergio Aguero yang sudah kembali seratus persen, menjadikan sang manajer mudah mengisi komposisi di lini tengah.

Maklum, andalan tim tamu memang ada di area sentral. Bentrok di sektor pengalir bola diperkirakan berlangsung sengit. Yaya Toure, Fernandinho, David Silva, Raheem Sterling sampai Kevin de Bruyne bakal berjibaku agar bola-bola matang lawan tak mengalir ke Giroud.

Sebaliknya, mereka akan berusaha supaya Aguero tak merasa sendirian di depan gawang Arsenal. “Pengalamanku memberikan gambaran kami akan menghadapi partai sulit. Tapi, semuanya akan bergantung pada kreasi di lini tengah, dan itu yang harus dipastikan bisa kami kuasai,” beber Yaya Toure.

Modal pertemuan Manchester City dengan Arsenal terbilang buruk. Statistik mengungkapkan, The Citizens menuai kekalahan dalam 22 partai Premier League kontra tim Gudang Peluru tersebut.

Apalagi mereka juga tak pernah menang dalam empat laga away terakhir di Premiership dan gagal mencetak gol pada tiga laga terakhir secara beruntun. Arsenal hanya sekali kalah dalam 18 laga kandang saat menjamu Manchester City.

Beruntung tim tamu juga punya modal, yakni dalam enam laga terakhir, [Arsenal](2392553 “”) hanya sekali menang. Tak hanya itu, armada Arsene Wenger juga kebobolan 11 gol dalam 20 laga kandang terakhir.

Head to head
18/1/2015 – Manchester City 0-2 Arsenal (Premier League)
13/9/2014 – Arsenal 2-2 Manchester City (Premier League)
10/8/2014 – Arsenal 3-0 Manchester City (Community Shield)
29/3/2014 – Arsenal 1-1 Manchester City (Premier League)
14/12/2013 – Manchester City 6-3 Arsenal (Premier League)
10/8/2013 – Manchester City 1-3 Arsenal (Persahabatan)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *