Bagaimana menjadi penulis buku? Ini Beberapa Pokok Pikirannya

Ole: Rida K Liamsi

MENJADI penulis, termasuk penulis buku, adalah sebuah proses. Dan langkah pertama , ya Menulislah ! Menulis apa saja. Diary, puisi ,cerpen, atau surat surat cinta. Sebab menulis itu anugerah, tetapi juga keterampilan yang diperoleh melalui latihan. Tak semua orang bisa menulis. Tak ada orang akan jadi penulis , kalau dia tidak mulai menulis apa yang dia rasakan,inginkan, dan yang dia bisa. Kapan ? Ya sekarang.

Pertanyaan paling penting untuk seorang yang ingin menulis buku adalah : apakah anda suka membaca ? Yang tak suka membaca takkan pernah bisa menulis. Membaca adalah proses awal sesorang menjadi penulis.

Buku apa yang suka anda baca ? Novel, buku fiksi, non fiksi, komik, humor? Buku yang anda baca akan mempengaruhi proses anda menjadi penulis. Orang menulis apa yang dia suka, kagumi, dan menjadi obsesinya.

Masalah apa yang menarik perhatian dan anda sukai ? Sejarah ? Petualangan, detektif, kuliner atau masalah keagamaan, dunia kanak2, dan lainnya. Anda akan lebih mudah menulis buku apa yang paling menggoda minat anda. Imajinasi anda akan lebih mudah dikembangkan berdasarkan minat yang anda sukai dan mempengaruhi obsesi anda.

Apakah anda punya penulis yang jadi idola ? Penulis idola akan mempengaruhi proses anda menemukan cara menulis, cara bercerita, mencari ide, dan menemukan cara menyelesaikan cerita. Pengarang idola akan membantu anda menemukan style dan cara menulis. Jangan takut menjadi penulis yang style dan gayanya sudah ada. Tak ada yg baru dibawah langit ini. Dalam proses menjadi penulis yang baik, kita baru menemukan karakter dan gaya kita.

Semua penulis memiliki missi ideal hidupnya. Misi itulah yang akan mewarnai buku buku yang dia tulis. Penulis yang tidak punya misi dalam bukunya tidak menyumbang apapun bagi kehidupan.

Setiap penulis menemukan sendiri cara dia menulis. Bagaimana mencari ide, bagaimana menyimpan ide dan mengembangkannya, kapan mulai menulis, dan bagaimana cara memelihara momentum dan inspirasi yang muncul. Jangan kehilangan mood. Itu musuh terbesar seorang pengarang. Makanya punya disiplin menulis itu baik agar resa menulis itu terpelihara. Penulis professional sangat mengandalkan disiplin. Waktu kita cuma 24 jam sehari. Siapa yang berhasil mengelola waktunya dengsn baik, dia akan jadi penulis yang baik. Paling tidak bisa menjadi penulis yang profuktif.

Jangan pernah mengabaikan perpustakaan, karena disitulah sarang ide dan inspirasi bagi pengarang. Jangan menulis buku tanpa riset. Ide menulis tidak jatuh dari langit. Pengalaman dan persentuhan dengan satu moment, itulah kunci munculnya sebuah ide.

Menulislah. Jangan terlalu terpengaruh pada kritik orang lain. Kritik perlu untuk jadi kekuatan membangun semangat menghasil karya yang baru, tapi kritik tak boleh membunuh semangat kreatifitas penulis. Kitalah yang menyusun batu keberuntungan kita.

Warisan besar dari sebuah tamadun, adalah kebudayaan. Warisan terpenting dari kebudayaan adalah buku ( teks ). Karena itu yg menulis buku betapa sederhanapun telah menyumbang sesuatu untuk kebudayaan dan akan menjadi warisan sejarah.

Apakah anda pernah membaca salah satu buku novel terbaik dunia ? Bacalah meski hanya satu. Itu memberi anda sentuhan pemahaman, novel yang baik itu seperti apa, dan rasakan pengaruhnya pada proses kepengarangan anda. Carilah dan tanya paman google novel novel terbaik itu. Termasuk buku fiksi lainnya.*

2019/2020

Sumber: (FB) Rida Liamsi

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *