Bupati Pimpin Rapat Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak 2016

????????????????????????????????????

SIAK- Dikarenakan kondisi anggaran di Kabupaten Siak mengalami penurunan dalam APBD Provinsi dan APBD Pusat terjadi penurunan, Pemerintah Kabupaten Siak mengambil kebijakan dengan melakukan Resionalisasi seluruh penggunakan anggaran di Pemerintahan. Hal itu disampaikan Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si. dalam rapat pelaksanaan APBD Kabupaten Siak 2016, Rabu (13/1) diruang Rapat Raja Indra Pahlawan Room.

Dikatakan Bupati Siak, defisit APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp 740 miliyar, estimasi penambahan pendapat terdiri dari 200 miliyard. Pendapatan PPB Migas 112 Miliyard, namun tagihan sekitar 500 miliyar lebih yang dikuncurkan hanya 300 milyar. Pendapatan DBH Minyak bumi 79 miliyar, pendapatan Ppj non PLN 5 miliyar dan pendapatan air dan tanah 4 miliyar.

“Penghitungan itu merupakan dari pemerintah pusat melalui kementrian keuangan,” kata Bupati dalam Rapat Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak 2016.Selain itu lanjut Drs. Syamsuar, untuk sisa DAK DBH dari bank Riau awalnya dari 132 milyar kini menjadi 57 miliyard. Artinya, APBD yang harus ditutupi yakni sebesar 483 miliyar.

“Kita telah sepakati melakukan pembulatan keatas menjadi sebesar Rp. 500 milyar yang harus ditutupi. Untuk itu kita akan melakukan rasionalisasi terhadap seluruh kegiatan pemkab siak,” ucap Bupati.

Diterangnya, adapun anggaran yang di rasionalisasikan yakni belanja daerah, dengan rincian, rasionalisasi belanja tidak langsung terdiri dari 66 miliyar, belanja pegawai 50 miliyar, belanja hibah 4 miliyar, bantuan keuangan kepada pemerintah kampung (kecamatan) sebesar 12 Miliyar. Selain itu dana hibah nantinya akan dilakukan resionalisasi kembali.

“Kemudian Rasionalisasi belanja langsung sebesar 434 miliyar, disini kita harapkan adanya resionalisasi seluruh kegiatan pengadan dengan melakukan pengecekan SKPD dimana nantinya pengadaan-pengadaan akan diakomodir namun pengadaan yang prioritas kita tetap diadakan,” jelas Drs Syamsuar.

Selain itu lebih lanjut Bupati Siak menjelaskan, untuk tahun 2016 pengadaan pakaian dinas semua SKPD tidak adakan, pengadaan makan dan minum juga ditiadakan. Terkecuali untuk puskesmas dan rumah sakit umum Daerah Siak. Hal itu menimbang didaerah Riau sebagian besar tidak ada pengadaan makan dan minum hanya Kabupaten Siak yang mengadakan makan minum.

“Sementara untuk bimyek dan pelatihan terhadap pegawai nantinya akan dilakukan penyeleksian, tetapi untuk bimtek mendongkrak SDM dan tenaga kerja dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi MEA  yang menjadi prioritas dan tidak dilakukan reasionalisasi,” katanya.

Kemudian, Rasionalisasi perjalanan dinas berdasarkan hasil kesepakatan tim anggaran untuk seluruh perjalanan dinas akan kita lakukan resionalisasi. Terlebih untuk perjalanan dinas untuk kegiatan ditiadakan. Biasanya perjalanan dinas dikegiatan diadakan namun untuk saat ini perjalan dinas menggunakan anggaran perjalan dinas di SKPD terkait.

Untuk Resionalisasi lainnya, pengalaman beberapa tahun belakangan ini semua Kepala Dinas dan Pimpinan SKPD menunjuk kuasa penggunakan anggaran untuk melaksanakan kegiatan, kepala dinas pada umumnya menyerahkan kepada KPA banyak penjaabat yang mebgelolaa dalam hal itu. Artinya, tjdam semua kegiatan disershkan kepada KPA, dimana pengguna anggaran harus mempertanggung jawab anggaran kegiatan.

“Untuk itu kita akan lakukan resionalisasi. Untuk esionalisasi kegiatan fisik, yang jelas tahun ini pembangunan kantor SKPD termasuk kantor desa ditiadakan, bahkan pembangunan Sekolah, dimana pembangunan sekolah tingkat SD dan SMP yang menjadi prioritas kita, sementara untuk tingkat SMA akan kita resionalisasikan kembali gedung yang layak dilakukan pembangunan,” tutup Bupati Siak.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *