BURUH MARAH… Gerbang Dermaga D Pelindo di Gembok

BURUH2DUMAI – Perselisihan antara buruh dengan pengelola Dermaga D Pelindo Dumai dan Pelabuhan Rakyat sempat memanas, Sabtu (11/6) kemarin. Bahkan sempat terjadi keributan di lokasi tersebut. Sehingga menyebabkan Pos Pungutan Retribusi Dermaga D mengalami kerusakan.

Informasi yang diterima lapangan, keributan terjadi saat beberapa buruh mencoba masuk ke Dermaga D. Saat itu dermaga sudah digembok oleh pengelola. Sehingga para buruh secara bersama meminta agar kunci gembok segera dibuka. Namun pengelola tidak bisa membuka gembok di Dermaga D. Pasalnya kini dermaga tidak bisa lagi menampung kapal dari Dermaga Pelabuhan Rakyat. Sehingga Dermaga D hanya diperuntukan kapal besar pengangkut sembako.Sedangkan kapal antar pulau ditempatkan di Pelabuhan Rakyat.

Terkait pemindahan ini, sudah disampaikan pihak pengelola lewat surat pemberitahuan kepada pengguna jasa dan pemilik kapal sejak 2 Juni 2016 silam.Namun tetap saja, buruh bersikeras untuk masuk, hingga berujung perusakan pos retribusi Dermaga D. Setelah melakukan aksi hingga Sabtu siang, akhirnya buruh berangsur tenang. Pihak pengelola dan buruh akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan berdamai.

Mereka bahkan menggelar mediasi yang dilakukan di Mapolres Dumai. Kedua pihak membuat surat pernyataan secara resmi. Pihak buruh Dermaga D diwakili oleh Darmen dan Pihak Pengelola PT Indomas Jaya Raya diwakili Muhammad Hasbi.Sebanyak empat poin disepakati kedua belah pihak dalam surat pernyataan itu. Seperti menyepakati masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Lalu kedua pihak sepakat untuk tidak terlibat dalam konflik kekerasan, intimidasi dan provokasi.

“Kita juga sepakat untuk saling berkordinasi dan memperbaiki komunikasi dalam pengelolaan dan pekerjaan buruh di Dermaga D,” ujar Perwakilan Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan D dan Pelabuhan Rakyat, Darmen ditemui, Sabtu siang.
“terjadi lagi pengembokan oleh pengelola, Sehingga buruh tidak bisa bekerja, sehingga membuat buruh berkumpul ramai untuk minta kunci ke pengelola, walaupun suasana sempat bersitegang antara buruh dan pengelola, namun tidak ada terjadi kekerasan.” Jelasnya lagi.Darmen berharap, pihak buruh persoalan ini dapat diselesaikan agar buruh tenang dan bisa bekerja.

“Hal ini juga perlu duduk bersama pihak KSOP, Pelindo, pengelola dan Buruh, dan pihak kepolisian dari KSKP tambahnya.
seharusnya pengelola melakuan koordinasi bersama buruh, dimana jumlah buruh sebanyak 700orang mengantungkan hidupnya.
Sementara itu, Perwakilan PT. Indomas Jaya Raya, Muhammad Hasbi mengatakan bahwa pihaknya berharap permasalahan ini menjadi perhatian Pelindo Dumai. Terutama permasalahan keamanan di lokasi pelabuhan. “Kami ingin masalah ini jadi perhatian serius dari pihak Pelindo,” tegas Hasbi.

Apalagi upaya penertiban kapal antar pulau belum berhasil dilakukan. Sebab sejumlah buruh belum ingin pindah. Sehingga membuat situasi tidak kondusif.Maka pihak perusahaan, sebagai pengelola pelabuhan meminta pihak Pelindo Dumai meningkatkan keamanan di lokasi tersebut. “Kami dari pihak pengelola ingin situasi aman,” ujarnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *