DI DUMAI! BPOM Grebek Gudang Makanan Tak Berizin

21-ft angga2DUMAI – Badan Pengawasan Obat dan Pengawasan Makan (BPOM) Pekanbaru melakukan pengerebekan sebuah gudang di Jalan Sultan Hasanudin/Kelakap Tujuh, Kota Dumai, Rabu (21/9). Tim gabungan yang tergabung bersama pihak Satkrimsus Polda Riau, Kejaksaan Pekanbaru, Dinas Kesehatan Pekanbaru berhasil mengamankan 45.484 botol, bungkus, kaleng dan kardus.

Namun sayangnya, saat dilakukan penggerebekan tidak ada pemilik gudang. Gudang itu tampak kosong dengan pintu di kunci gembok. Diluar gudang terlihat dua mobil yang diduga sebagai pengangkut barang-barang tidak memiliki izin edar tersebut.

Kepala BPOM Pekanbaru, Indra Ginting mengatakan kegiatan tersebut merupakan program diintruksikan BPOM di Indonesia yang melaksanakan Operasi Gabungan Nasional bersama tim dari BPOM Pekanbaru, Kejaksaan, Kepolisian Dinas Kesehatan Provinsi.

Dari 45.484 botol, bungkus, kaleng dan kardus ini, ditemukan 20 item produk yang tidak memiliki izin edar di Kota Dumai. Seperti ikan kaleng Botani, Hup Seng Cream Cracker, Milo, Cumi Kaleng Rex, Nescafe, Dutch Lady, biskuit, Permen Hacks, kecap, Susu Bear Brand, Mili Jagung Kalengan, Cereal Quaker Oat, Susu Netsle,

Indra menjelaskan barang-barang yang diamankan ini, tidak memiliki izin edar. Nantinya akan diamankan barang dan dibawa ke Pekanbaru. “Barang makanan dan minuman yang kita amankan ini tidak memiliki izin edar di Kota Dumai, namun barang tersebut dapat diedarkan jika memiliki izin, lain pemiliknya akan kami cari dan ditindaklanjuti,memang kebanyakan dari negara Malaysia,” ujarnya.

Aktifitas gudang sebelumnya sudah dilakukan pengintaian oleh tim gabungan. alhasil 45.484 kardus,kaleng dan botol berhasil diamankan oleh tim gabungan. “Untuk di Kota Dumai, sudah beberapa kali kita lakukan penangkapan, bahkan di Bulan Agustus lalu kita juga melakukan penangkapan,”jelas Indra.

Barang-barang itu, lanjut Indra mengatakan, “nantinya akan diamankan, dan kami akan melakukan pemeriksan pemiliknya, ini akan terus ditindak lanjuti, Kita berharap produk yang diperjualbelikan ada nomor registrasi, surat keterangan impor, ” tamhanya.Dari hitungan sementara, diperkirakan negara dirugikan sebesar hampir.Rp 1 Miliar.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *