DIALOG FRAKSI PKS DPR RI Tangkapan Nelayan Terus Menurun

27-Dialog Fraksi PKS DPR RI Khairul Anwar dirangkai  Sosialisasi Penerapan K3  nelayan Dumai  di aula Akper Sri Bungatanjung, Jumat (25.3).F.ERYDUMAI — Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Provinsi Riau, Khairul Anwar melakukan dialog dengan masyarakat Kota Dumai terutama dari kalangan nelayan di aula Akper Sri Bunga Tanjung, Dumai, Jumat (25/3). Para nelayan mengeluhkan hasil tangkapan yang terus menurun. Kemudian, Dana CSR perusahaan yang banyak beroperasi dipinggir pantai tidak pernah disalurkan kepada mereka.

“Hasil tangkapan terus berkurang, pasokan es nelayan juga masalah. Hak kami nelayan dikemanakan, dana CSR perusahaan yang banyak beroperasi dipinggir pantai,” papar Iskandar, Ketua Kelompok Nelayan Dumai mula dialog.

Dengan serius Khairul Anwar mendengar aspirasi dipaparkan oleh ketua kelompok nelayan. Ratusan nelayan berbagai kelompok saat bertemu langsung dengan anggota DPR pusat ini tegas mendukung pernyataan Iskandar. Khairul Anwar datang bersama Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenakertrans Robert Pasaribu yang melakukan Sosialisasi Penerapan K3 Nelayan. Ia mengatakan menindaklanjuti aspirasi nelayan Dumai.

“Kita siap menampung menyalurkan aspirasi-aspirasi nelayan. Ini harus diberi solusi oleh pemerintah. Dan CSR akan jadi perhatian dan jadi agenda kami,” rinci Khairul Anwar kepada pers. Anggota DPR RI 3 periode ini kelahiran Pekanbaru, berasal dari daerah pemilihan Provinsi Riau. Sosialisasi Penerapan K3 Nelayan dirangkai penyerahan bantuan 100 paket peralatan K3. Khairul Anwar, Dirjen Pembinaan Pengawasan Naker dan K3 Robert Pasaribu, Ketua DPW PKS Provinsi Riau Hendri Munaf, Ketua DPD PKS Dumai Tengku Agus Indra Jaya, Fraksi PKS DPRD Dumai Edi Sepen dan Muhammad Ali menyerahkan peralatan K3 pada nelayan. Ratusan paket bantuan peralatan K3 nelayan standar internasional, antara lain pelampung, jas hujan, helm, kacamata pelindung, sepatu bot, senter, dan sarung tangan.

Soal es balok kebutuhan melaut, Fraksi PKS DPRD Dumai, Muhammad Ali bersama Edi Sepen segera mempertanyakan Disnakkanla. Prihatin nasib nelayan yang terabaikan, Edi Sepen mempersilahkan nelayan menyampaikan aspirasi guna ditindaklanjuti eksekutif. “Akan kami tanyakan lagi ke Disnakkanla. Karena APBD Perubahan 2015 sudah dialokasikan sebesar dua ratus juta rupiah untuk kepentingan memproduksi es balok,” gugat Muhammad Ali.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *