Diduga, Pelaku Pembunuhan di Bukit Abbas Tewas Dihakimi Massa

DURIDURI – Setelah sebelumnya ada salah satu peristiwa di bukit abas yang mana merupakan perbatasana antara wilayah Kota Dumai dengan wilayah Kabupaten Bengkalis yaitu kasus perampokan yang disertai dengan pembunuhan beberapa waktu lalu. Belum lama ini diduga yang merupakan pelaku dari pembunuhan tersebut berhasil diamankan oleh masyarakat sekitar.

Namun karena masyarakat geram ulah pelaku yang menghabisi nyawa seorang wanita dan anak nya yang sampai saat ini masih dalam kondisi koma dan menghakimi diduga pelaku hingga menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke RSUD Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

Hasil rangkuman dilapangan, Jumat (15/5) diduga pelaku yang bernama lengkap Herman Pasaribu (35) yang merupakan warga RT 22 RW 21 Kelurahan Bukit Kayu Kapur Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai. Diduga merupakan pelaku dari pembunuhan sadis terhadap seorang wanita yang mana korban nya meregang nyawa dan anak korban yang belum diketahui identitasnya masih dalam kondisi koma di RSUD Dumai.

Menurut keterangan pihak RSUD Duri bagian Instalasi Kamar Mayat dr. Rangga melalui salah satu perawat yang berjaga Kurniadi menjelaskan. Jenazah ini merupakan titipan pihak kepolisian Polsek Mandau.

“Korban bernama Herman Pasaribu warga Kelurahan Bukit Kayu Kapur Kecamatan Kayu Kapur Kota Dumai. Pihak keluarga jenazah belum ada mendatangi pihak rumah sakit. Biasanya kalau korban seperti ini jangka waktunya selama 5 hari jika pihak keluarga tidak kunjung datang maka akan dikebumikan dengan segera, “terang Kurniadi.

Masih tambahnya, jenazah masuk kerumah sakit pada tanggal 9 Mei 2016 sekitar pukul 20.30 wib hingga saat ini masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polsek Mandau.

Sementara itu Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat T. Melalui Kanit Reskrim Ipda Indra Varenal ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ada jenazah yang diduga pelaku pembunuhan sadis di bukit abbas.

“Data diduga pelaku yang dihakimi massa hingga tewas itu sudah disebarkan dan hingga saat ini (jumat, red) belum ada pihak keluarga yang mendatangi Rumah Sakit Maupun pihak kepolisian, “terang Ipda Indra Varenal.

Tambahnya, “saya menghimbah kepada seluruh masyarakat jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarga nya bisa melihat korban di Rumah Sakit dan melaporkan ke pihak kepolisian sektor mandau. Kami (polsek mandau, red) masih menunggu pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga nya yang mana diduga pelaku sendiri tewas setelah dihakimi massa yang geram dengan ulah pelaku yang menghilangkan nyawa warga sekitar, “tutup Indra Varenal. (dik)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *