Disbudparpora Susun Naskah Akademis Ranperda Cagar Budaya dan Peninggalan Sejarah

disdikpora dumai ranperdaDUMAI – Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Dumai sudah mengodok dan menyusun naskah Akademis untuk pembuatan Ranperda tentang cagar budaya dan peninggalan bersejarah di Kota Dumai.

Demikian dikatakan Kepala Disbudparpora Kota Dumai H Darmawan melalui Kabid Budaya H M Syafri SSos MSi dan Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Ainawati SSos MSi, pada wartawan, Senin (21/12).

”Selama beberapa pekan kemarin kita terus mengodok dan menyusun naskah akademis untuk mengodok Ranperda tentang cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada di Kota Dumai. Hal ini sangat dirasakan perlu mengingat Perda tantang cagar budaya dan peninggalan bersejarah belum dimiliki oleh Kota Dumai,” ujarnya.

Menurut Syafri, dengan pengodokan selama beberapa pekan lalu itu yang melibatkan semua unsur, seperti tokoh masyarakat Kota Dumai, Camat, Lurah, bahkan Lembaga Adat Melayu Riau Kota Dumai, budayawan, serta tokoh masyarakat Dumai lainnya, untuk ikut bersama memberikan masukan dan lainnya, sehingga dibuat sebentuk disusun dalam bentuk naskah akademis untuk dijadikan Ranperda. Dan selanjutnya pada tahun 2016 diharapkan sudah bisa dijadikan Perda sendiri.

”Sangat banyak manfaatnya, jika sudah dibentuk Perda khusus, artinya banyak ikatan dan hal yang akan dapat dilestarikan dan dirawat dengan baik. Selanjutnya akan memberikan ikatan tersendiri bagi masyarakat Kota Dumai, ternyata di Kota Dumai sangat banyak kazanah sejarah yang bisa dikembangkan dan dibangkitkan lagi,” ujar Syafri lagi.

Sementara itu menurut Ainawati, dengan sudah dilakukan tindakan pembuatan naskah ini, selanjutnya akan terus digiring ke tingkat yang lebih tinggi lagi.”Dalam hal ini akan digodok oleh bagian hukum Pemerintah Kota Dumai, yang nantinya akan dibahas bersama pihak DPRD Kota Dumai bersama Pemerintah Kota Dumai untuk dapat disepakati menjadi Perda,” ujar Ainawati.

Selanjutnya, dalam penyusunan naskah akademis ini, Budparora juga bekerjasama dan memanggil beberapa pakar dan narasumber, atau tim ahli, dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumbar, Riau dan Kepri, dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Cagar Budaya dan Pemusiuman Jakarta yaitu ibu Yuni Hastuti SH MA.”Semoga apa yang telah kita godok, ini akan bisa menjadi harapan kita bersama, sehingga Dumai akan sudah memiliki perda khusus untuk cagar budaya dan peninggalan sejarah di Kota Dumai,” harap Ainawati lagi.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *