Dua Sentimen Bikin Investor Takut ke Indonesia

JAKARTA – Isu SARA dan Radikalisme menerpa Indonesia belakangan ini. Ternyata aksi yang terjadi pada dua bulan belakangan ini membuat investor takut menanamkan modalnya di Indonesia.

Padahal, Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan investor karena termasuk negara yang memiliki kondisi ekonomi stabil. Namun kelebihan itu sia-sia kalau tidak ada kepastian hukum yang jelas.

“Investor Tiongkok itu ada 200 company, mereka bisa saja deploy USD500 miliar. Kita menawarkan return 10, tapi risiko 9. Nett return jadi satu. Di negara lain, bisa saja return 8, tapi risk 0. Mereka bisa deploy ke negara lain,” kata Chairman Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM) Liky Sutikno di Graha CIMB Niaga, Senin (23/1/2017).

Dia berharap pemerintah bisa menindak tegas penyebar osu SARA dan Radikalisme. Dengan begitu tidak mengganggu iklim investasi di Indonesia.

“Saya kira masih ada waktu enam sampai 1 tahun untuk memperbaiki, agar mereka mau deploy ke sini. Kalau tidak ke sini, pasti ke negara lain Ada Malaysia dan Myanmar yang juga bersaing dengan kita,” imbuhnya.

“Apabila situasi bisa dijamin dan under control, itu minimal bisa mengurangi sedikit risiko. Ada kepastian hukum,” tukasnya.

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *