Ekspor Minyak Sawit Malaysia Diramal Anjlok, Harga CPO Turun

FULLRIAU.COM, Jakarta — Harga minyak sawit mentah (CPO) kontrak terkoreksi pagi ini. Panasnya hubungan India-Malaysia masih jadi pemicu tertekannya harga CPO.

Selasa (22/1/2020) harga CPO kontrak di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) turun 14 ringgit dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin. Hari ini harga CPO menyentuh level RM 2.873/ton turun 0,48% dibanding harga kemarin.

Setelah kemarin dikabarkan ada 30.000 ton minyak sawit olahan yang tertahan di India, kini ekspor minyak sawit Malaysia diramalkan turun. Ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Januari diramal turun di kisaran 7,4% – 9,9% dibanding bulan lalu.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh AmSpec Agri Malaysia, eskpor minyak sawit pada 20 hari pertama bulan Januari 2020 turun 9,9% menjadi 738.902 ton dari sbeelumnya 819.896 ton.

Sementara survei lain yang dilakukan oleh Intertek Testing Services memperkirakan ekpor turun 7,4% dari sebelumnya 812.065 ton menjadi 751.868 ton untuk periode 1-20 Januari 2020.

Hubungan India dan Malaysia memang sedang tak harmonis. Hal ini diawali dengan kritik pedas Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang menilai undang-undang kewarganegaraan India yang baru sebagai bentuk sikap ‘anti-Islam’.

Sebelumnya pada Oktober, Mahathir juga menyebut India telah menginvasi dan menduduki Kashmir. Pernyataan-pernyataan Mahathir tersebut membuat India geram. Sebagai aksi balasannya, India memboikot minyak sawit asal Malaysia.

Mulanya pada 8 Januari lalu pemerintah Malaysia mengumumkan larangan impor terhadap minyak sawit olahan dalam rangka untuk mengembangkan industri olahan dalam negeri. Namun secara informal pemerintah India melarang pelaku industri untuk membeli minyak sawit dari Malaysia.

Saat dimintai keterangan soal ini pekan lalu, Menteri Perdagangan India Piyush Goyal menepisnya. Piyush mengatakan tak ada aksi boikot itu, kalau ada aksi semacam itu, negara yang kena dampaknya tak hanya Malaysia.

Sejak kritik itu, ekspor Malaysia ke India mengalami penurunan tajam. Ekspor yang turun membuat harga CPO menjadi tertekan. Namun harga CPO masih relatif tinggi karena adanya risiko rendahnya pasokan di awal kuartal tahun ini. Faktor lain yang menyebabkan harga CPO masih kuat adalah permintaan domestik untuk program biodiesel di Malaysia dan Indonesia.

sumber; CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *