Group Permainan Gasing Buah Kulim Tualang akan Tampil di TMII Jakarta

KOTA BAHARU, 24 Julai -- Keakraban jelas terpancar di wajah sekumpulan kanak-kanak yang sedang bermain gasing di Jalan Tok Semian, di sini hari ini. Permainan gasing masih lagi popular di negeri ini walaupun ianya bertali arus selari dengan peredaran zaman. Malah apa yang lebih penting ianya merupakan satu pelambangan kepada perpaduan masyarakat sejak dahulu lagi. Kesinambungan warisan bangsa ini harus diteruskan, agar masyarakat kita tidak sekali lagi dijajah dalam bentuk budaya sejajar dengan slogan 'Malaysiaku Gemilang' sempena 50 tahun pendakian ke puncak emas kemerdekaan negara. Tradisi dan kesenian sesuatu bangsa tetap tidak berubah walaupun untuk tempoh 1,000 tahun lagi. --fotoBERNAMA hakcipta terpeliharaSIAK — Jika tidak ada aral melintang beberapa orang pemain gasing tradisional berbahan buah kulim asal Kecamatan Tualang akan diajak ke Jakarta untuk menampilkan permainan gasing buah kayu kulim di ajang Pameran Produk Budaya Nasional yang diberlangsungkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada  Rabu (19/10) akan datang. Tentu kesempatan ini tidak akan disia-siakan oleh pencinta kesenian tradisional dari Kecamatan Tualang tersebut, lantaran ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan permainan rakyat ke masyarakat nasional.
Keinginan untuk menampilkan permainan gasing buah kulim ini di kancah nasional berawal dari ketertarika Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi saat melihat penampilan pawai budaya Kecamatan Tualang pada ajang pawai budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Siak ke 17 pada Senin (10/10) kemarin di Siak Sriindrapura.
Seperti yang disampaikan Camat Tualang, Zulkifli MSi pada Kamis kemarin menceritakan bahwa pihaknya telah dihubungi oleh pihak terkait di Kabupaten Siak untuk segera meminta kepada para pemain identitas diri mereka.
“Identitas diri tersebut dimaksudkan untuk disampaikan kepada pihak panitia penyelenggara ivent nasional tersebut yang rencananya akan dibuka oleh presiden RI, pak Joko Widodo. Saya sudah sampaikan hal tersebut kepada koordinator para pemain gasing buah kulim ini,” terang camat.
Dikesempatan tersebut camat juga mengingatkan kepada tim yang akan berangkat agar mempersiapkan segala sesuatunya terutama gasing yang akan ditampilkan. Lihat dan perdengarkan keunikan gasing dari buah kulim tersebut.
“Jika perlu tim yang akan berangkat hendaknya membuat informasi bagaimana membuat gasing dari buah kayu kulim dimaksud yang disertai dengan foto-foto kegiatan dimaksud,” saran camat.
Selanjutnya camat menyampaikan rasa banggga dirinya atas kesempatan berharga yang diberikan kepada masyarakat Tualang.
“Dengan demikian penampilan permainan rakyat yang kita tampilkan saat pestival budaya kemarin membuahkan hasil, walau secara administarasi pelaksanaan pawai kita jauh berada diuritan terbawan (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *