Guru Mulia karena Karya Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Walikota Pekanbaru H. Firdaus ST.MT Mengucapkan Selamat Hari Jadi PGRI Ke 70 kepada Para Guru Usai Upacara Hut PGRI Ke 70 di Halaman Kantor Walikota PekanbaruPEKANBARU (FULLRIAU.COM)-Hari ini, Rabu (25/11) menjadi hari istimewa bagi para guru. Di Hari Guru Nasional inilah pengabdian mereka diakui, prestasi mereka dirayakan dan keberadaan mereka sebagai pengabdi mencerdaskan anak bangsa lebih diperhatikan.

Ironisnya, sebagai sosok yang digugu dan ditiru, kehidupan para guru masih banyak yang jauh dari layak. Tidak heran, peningkatan kesejahteraan adalah isu klasik yang terus berulang sepanjang masa. Bahkan tahun ini, puluhan ribu guru honorer turun ke jalan menuntut perhatian pemerintah atas status dan kesejahteraan mereka.

Walikota Pekanbaru,DR H Firdaus ST MT  mengucapkan tahniah dalam rangka memperingati hari Guru se Indonesia ke 70 di Kota Pekanbaru, Rabu (25/11) pada upacara bendera yang dilaksanakan di halaman Kantor Walikota Pekanbaru. Dalam sambutannya menegaskan, pihaknya akan selalu memprioritaskan nasib dan kesejahteraan guru serta akan terus diperjuangkan.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Indonesia tak bisa lepas dari peran guru yang mendidik generasi muda. Dari tangan guru yang baiklah lahir pemimpin-pemimpin yang cerdas serta mampu membawa kemajuan dan perubahan,” jelasnya.

Wako menuturkan, guru adalah pendidik. Jika dianalogikan guru adalah manager dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Maka peran guru sangatlah penting. Pengabdian yang diberikan guru tanpa pamrih termasuk waktu dan pikiran. Semoga pengabdian tersebut bermanfaat bagi pembangunan SDM,” jelas Wako.

Wako menjelaskan meski berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak guru yang saat ini masih hidup dalam keprihatinan. Berbagai masalah dihadapi mulai dari status yang belum jelas hingga gaji yang kadang dibayar dibawah standar upah.

“Satu per satu kita selesaikan. Kita coba perjuangkan nasib guru termasuk yang digaji oleh asosiasi orang tua murid. Disamping itu bagaimana kita meningkatkan kompetensi guru terutama guru K 2 dan guru komite,” tutupnya. (FR5)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *