Kadin dan Apindo Siap Mengugat ke PTUN

umk2DUMAI –Soal penetapan nilai Upah Minimum Kota ( UMK) Dumai yang belum diterima secaramenyeluruh oleh penggurus Dewan Pengupahan Kota ( DPK) khususnya DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) dan Kamar Dagang Industri ( Kadin) . Akibat, keputusan yang diambil dalam rapat penetapan UMK dinilai sepihak serta &dak mengacu pada PP 78 tahun 2015 aturan Pemerintah RI.

Apindo dan Kadin dalam waktu dekat berencana akan mengungat hasil Penetapan UMK Dumai sebesar 2,514 Juta melalui Pengadilan Tinggi Usaha Negara ( PTUN) . “Kita akan mengungat hasil keputusan UMK Dumai ke PTUN, alasannya karena &dak sesuai atau mengacu PP 78 tahun 2015 ,” tegas Ketua Kadin Syafruddin Atan Wahid melalui penggurus Kadin, Zulfan Ismaini.

Menurutnya, apapun itu akan memperjuangkan usulan yang diusulkan Apindo dan kadin sesuai PP 78 tahun 2015 berbagai pertimbangan kedepan. Apalagi kenaikan UMK sebesar Rp 2.514.500 dinilai kadin dan Apindo keputusan secara sepihak tanpa adanya kesepakatan bersama dalam rapat penetapan itu.

”Mengingat sebelum diputuskan, harusnya ada kesepakatan akhir bersama mengenai usulan UMK 2016 dari semua anggota khususnya Apindo dan Kadin.Dengan begitu Apindo dan Kadin menyatakan sikap bahwa usulan besaran UMK Dumai 2016 adalah 2.453.000 dengan mengacu pada PP No 78 tahun 2015 dengan kenaikan 11.5 persen dari UMK tahun 2015,” ungkapnya.

Hal tersebut diambil dengan pertimbangan UMK tersebut untuk pekerja lajang yang belum berpengalaman, masa kerja 0/12 bulan, kenaikan upah tahun berjalan dari 2.200. 000 menjadi 2.453.000 dengan kenaikan 253. 000 kami rasa sudah cukup besar bila dibandingkan dengan kenaikan upah dari kabupaten kota lain yang ada diprovinsi Riau, per&mbangan lain seper& perbedaan mencolok dari perhitungan KHL dengan kabupaten tetangga seper& rohil dan Bengkalis.

Kemudian dari aspek ekonomi dan industri akan menyentuh lajunya pertumbuhan investasi kota dumai sehingga dikhawa&rkan adanya pengurangan tenaga kerja. Dia menilai, kenaikan ini akan menjadi beban bagi pemerintah baru yang akan datang karena &ngginya &ngkat umk dibanding daerah lain diRiau, akan menghambat tujuan investasi apabila umk sudah terlalu &nggi. Hal ini juga berdampak para pencari kerja yang baru lulus sekolah atau perguruan &nggi yang sulit mencari kerja . Apakah anak Dumai sudah siap untuk bersiang Keputusan kami ini, semata-mata untuk kemajuan dan perkembangan kota dumai kedepan.

Dan penolakan ini sudah disepaka& seluruh pengusaha diDumai dimana sebelum penetapan kadin menggelar rapat dengan pengusaha yang sepakat mengusulkan UMK Dumai 2016 naik sebesar 2.453.000 mengacu perhitungan formula PP 78 tahun 2015 senilai 11.5 persen dan ini sesuai prosedur yang ada.Kenyataannya malah ditetapkan UMK sebesar Rp 2.514.500 juta. Dengan begitu Apindo dan kadin telah melayangkan surat keberatan ke walikota Dumai, disusul keDisnaker Provinsi Riau, DPRD Dumai, serta Omdusmen sebelum penetapan UMK dilakukan ditingkat provinsi.(FR4)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *