Kampanye di Mentayan dan Ulu Pulau, Bagus Bernostalgia Dengan Mantan Siswa dan Sekolahnya

H Bagus Santoso saat hadir di kampanye dialogis di Desa Mentayan, Selasa (17/11) sore

FULLRIAU.COM – Tiba-tiba sejumah ibu-ibu dan bapak-bapak mengerubuti mas Bagus Santoso saat hadir di kampanye dialogis di Desa Mentayan, Selasa (17/11) sore. Tak berselang lama, terdengar tertawa renyah dan saling berjabat tangan lalu berkisah tentang masa lalu.

“Ika ini bukan orang lain, pak imam juga. Mereka ini pada tahun 1994 pernah menjadi murid saya saat saya mengajar di Aliyah Ulu Pulau pimpinan almarhum pak Sidik. Dulu saya mengajar biologi sama Bahasa Jerman,” kenang mas Bagus Santoso saat memulai kampanye.

Mas Bagus lalu bercerita saat dirinya mengajar di MA pimpinan almarhum pak Sidik. Katanya, saat itu dirinya tidak digaji sama sekali, hanya oleh almarhum Sidik dirinya disuruh tinggal di rumah pak Sidik yang ada di kota Bengkalis tanpa bayar sewa.

“Walau rumah tak bayar, tapi kan saya butuh bensin untuk sampai ke Ulu Pulau ini, karena jaraknya lumayan jauh dan kala itu jalannya belum sebagus ini. Untuk membeli bensin saya harus pandai-pandai cari duit, caranya saya jualan, jualan pisang sama kerupuk,” ungkap mas Bagus.

Dalam kesempatan tersebut Bagus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di desa. Bisa melalui pertanian, berdagang atau apa saja yang menghasilkan.

”Jangan hanya focus jadi honorer di kantoran, banyak potensi desa yang bisa dimanfaatkan. Bisa menanam tebu, pisang, berkebun dan itu hasilnya jauh lebih besar dari honor di kantor-kantor pemerintah,” pesan mas Bagus.

Sejumah tokok masyarakat Desa Ulu Pulau juga masih sangat ingat dengan Calon Wakil Bupati Nomor urut 3 berpasangan dengan bunda Kasmarn ini. Saat mengaar di MA Ulu Pulau, mas Bagus katanya naik motor butut.

“Ingat saya mas, dulu mas Bagus ini mengajar di sekolahnya almarhum pak Sidik. Anak saya dulu muridnya mas Bagus ini,” kenang mbah Umar, tokoh masyarakat Ulu Pulau.

Ungkapan senada juga disampaikan Mbah H Katibun. Saah seorang anaknya temannya mas Bagus saat kuliyah di STIT Bengkalis, karena itu mas Bagus sering main ke rumahnya,”Saya ajak warga semua untuk bersama-sama memenangkan pasangan Kasmarni-Bagus. Bagus ini bukane wong lio (bukan orang lain), saudara kita, sangat dekat karena dulu pernah jadi guru di kampung kita,” ajak mah H Katibun.

Kampanye di Desa Mentayan dan Ulu Pulau sore Selasa kemarin menjadi reunian kecil bagi Mas Bagus dengan sejumlah murid dan para tokoh masyarakat. Selain menyampaikam sejumah program unggulan KBS, Bagus Santoso juga memohon kepada para tokoh masyarakat juga muridnya untuk mendukung pasangan KBS.

“Dengan penuh pengharapan dan lahir dari lubuk hati paling dalam, saya bermohon pada mbah-mbah, bapak ibu sedulur saya semua, juga murid-murid saya yang ada Mentayan dan Ulu Pulau, untuk mendukung pasangan nomor urut 3, bunda Kasmarni dan anak mu Bagus Santoso,” pinta mas Bagus.

Para tokoh masyarakat siap memenangkan pasangan KBS. Bukan hanya sudah mengenal begitu denkat dengan Bagus Santoso dan merasa sama-sama Jawa, tapi juga menurut mereka KBS merupakan pasangan yang ideal dam tepat untuk memimpin Bengkalis ke depan.

Usai istirahat dan Shalat Maghrib, kampanye dilanjutkan di Dusun Meranti Belah Desa Bantan Tengah. Pertemuan di rumah mas Johar tersebut dihadiri para tokoh masyarakat tokoh pemuda juga berbagi elemen masyarakat lainnya. ***

Editor: Wadami

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *