KELUARGA PASRAH Dihukum Mati, Terlibat 28 Ribu Ekstasi di Batam

narkobaSELATPANJANG — Nama  Pujo Lestari, warga Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti masuk dalam daftar vonis mati pada eksekusi gelombang ketiga di Nusakambangan.Terpidana terbelit dalam kasus penyeludupan 28 ribu pil ekstasi pada tahun 2006 silam di Batam. Menyusul vonis terberat di negeri ini, pihak keluarga tak bisa berbuat banyak, apa lagi permohonan grasi dan Peninjauan Kembali (PK) ditolak.

Nr (35), adik Pujo saat ditemui di rumahnya, Senin (9/5) sore, mengaku hanya bisa berharap ada mukjizat sehingga abang kandungnya terlepas dari eksekusi mati dan bisa berkumpul kembali bersama isteri dan kedua anaknya. Adik perempuan Pujo Lestari ini juga menilai bahwa putusan hakim Pengadilan Negeri Batam pada 13 Agustus 2007 lalu sangat berlebihan. Sebab, dia yakin abangnya hanya korban dari sindikat narkoba.

“Setelah grasi ditolak Presiden Joko Widodo dan PK ditolak oleh MA pada 2015 lalu, seluruh harapan kami telah hancur. Saat ini saya hanya berharap adanya mukjizat dari tuhan,” kata Nr seraya menahan linangan air matanya.

Pengakuan perempuan yang mengajar di salah satu sekolah swasta di Selatpanjang ini, kondisi terakhir Pujo saat dikunjungi pihak keluarga beberapa waktu lalu di Lapas Kelas II A Barelang, Batam, terlihat sehat dan tabah. Namun, pihak keluarga belum mengetahui kondisi Pujo setelah dipindahkan ke Nusakambangan pada Ahad (8/5) pagi lalu.

“Setelah ia dipindahkan ke Nusakambangan, kami belum ada rencana mengunjungi dia. Kami belum ada biaya untuk mengunjungi Pujo,” ujar Nr.

Tertangkapnya Pujo, kata Nr, merupakan pukulan berat bagi keluarga. Pasalnya, setelah ibunya meninggal, Pujo ditangkap Polisi karena kasus penyelundupan belasan ribu narkotika jenis pil ekstasi dan happy five dari Malaysia menuju Batam pada 2006 lalu. Beban Nr berlanjut ketika kedua anak Pujo harus melanjutkan ke tingkat sekolahmenengah pertama.

“Saya dan keluarga ipar Mas Pujo lah yang menanggung biaya hidup isteri dan kedua anaknya. Saya kasihan dengan kedua anaknya, hingga saat ini kedua anaknya belum tau jika bapaknya terpidana yang divonis mati,” ujarNr. Sempat dikonfirmasi Wt, isteri Pujo Lestari di kediamannya. Sayangnya Wt menolak untuk ditemui.

Menurut Pd, adik ipar Wt, istri Pujo saat ini masih terpukul pasca mendengar rencana Jaksa Agung akan mengeksekusi suaminya. “Kakak ipar saya saat ini sangat terpukul. Saya harap rekan-rekan bisa memahami kondisinya. Kami memang belum mendapat kabar kapan  ð 7 3 Šjadwal eksekusi itu dilakukan, namun jika mas Pujotelah dipindahkan ke Nusakambangan saya yakin eksekusi tidak lama lagi akan dilakukan. Kami hanya bisa pasrah mengunggu keajaiban,” ujar Pd. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *