KPPBC Meranti Musnahkan Barang Tangkapan Senilai Rp473 Juta

bakarSELATPANJANG -Dinyatakan akan bergabung dengan Bea dan cukai Tipe Pratama Bekalis,Kantor Bea dan Cukai Tipe Pratama Selatpanjang musnahkan sisa tangkapan 2014, hingga 2016 senilai Rp. 473 juta, tepat pada hari Kamis (15/12) pukul 10:15wib.

Dari nilai tersebut, diprediksi potensi kerungian diperkirakan mencapai Rp. 422 juta. Dari barang tangkapan yang dihanguskan tersebut antara lain, 405.840 batang rokok berjenis tembakau, 336 botol minuman yang mengandung Etil alcohol, 1.872 kaleng mengandung etil alcohol serta 300 unit hanphone.

Dari hasil pantauan kegiatan pemusnahan yang digelar tepat dihalaman Kantor KPPBC tipe Pratama Selatpanjang itu pula, terlihat puluhan tumpukan kardus minol dan rokok yang hangus dibakar.

Terpisah dengan tumpukan rokok dan minol. Beralaskan meja kerja terdapat lebih kurang 90 kotak hanphone bermerk samsung, serta puluhan minol. Dari pantauan DumaiPos juga, usai perhelatan tepat pada pukul 12:00wib tidak juga dimusnahkan oleh pihak KPPBC Selatpanjang.

Untuk memastikan barang-barang tersebut benar benar hancur, sejumlah awak media pun ikut turun menghancurkan sejumlah barang yang tersisa.

Kepala Kantor KPPBC Tipe Pertama, WIdya Suparto menerangkan perhelatan tersebut adalah suatu komitmen Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pertama Selatpanjang terhadap barang barang ilegal yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Khususnya kota Selatpanjang pada 2015 hingga 2016.

Memang dirinya menegaskan, untuk barang-barang tersebut tidak ada yang tersangkakan, pasalnya tidak diketahui kepemilikannya. selain itu dirinya juga tidak menafikan jika angootanya kerap kecolongan pengawasan, pasalnya Meranti adalah daerah bergeografis kepuluan dan banyak pelabuhan-pelabuhan tikus yang tersebar diseluruh Meranti.

“kalau untuk jalur resmi kami rasa sangat tidak mungkin, karna petugas kita selalu berada dilapangan guna memantau masukknya barang barang tersebut” jelasnya

Lain lagi, barang tangkapan yang bisa dijadikan kebutuhan pokok oleh masyarakat, seperti gula, beras, dan bawang yang bisa dihibahkan.

“Kita terus berupaya hibahkan barang tangkapa, jika barang itu menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Salah satu contoh belum lama ini, kita telah berkoordinasi dengan pemda dan KPPBC T.Balai Karimun telah menghibahkan puluhan ton, Bawang, gula dan beras,”ujarnya.

Dalam hal ini, Bea Cukai terus meningkatkan pengawasan dan pengetatan terhadap wilayah perbatasan untuk mencegah banyaknya barang barang ilegal yang masuk di kawasan Kabupaten Kepuluan Meranti, hal ini jelas sangat merugikan negara.

Dalam pidatonya Said Hasyim, mengupreasi atas digelarnya acara tersebut sebagai salah satu bukti bahwa pihak KPPBC Selatpanjang dalam melakukan penindakan barang barang tampa izin.

“Jika minuman alkohol yang akan dimusnahkan ini beredar, berape banyak anak anak kita yang teler akibat barang haram ini. Untuk itu, kita sangat mengupresiasi kerja KPPBC Selatpanjang dalam menindak barang barang tampa izin ini,”ujar Said serambi tersenyum simpul.

Selai, itu dirinya tidak heran jika barang haram yang di hanguskan ini banyak masuk ke Meranti, mengingat Meranti dengan geografis yang berbatas di jalur tersibuk nomor 2 di dinia.

“Untuk itu, marilah kita sama sama support kinerja yang telah kita raih saat ini,”ujarnya. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *