Mabes Polri Selidiki SP3 15 Perusahaan Karhutla

HUTANPEKANBARU —Pro-kontra terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) 15 perusahaan oleh Polda Riau, mengusik banyak pihak, tak terkecuali Mabes Polri. Tim dari Mabes Polri turun tangan menyelidiki soal penerbitan SP3 oleh Polda Riau.

Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto kepada wartawan, akhir pekan lalu membenarkan, adanya penyelidikan soal penerbitan SP3 itu oleh Mabes Polri.

‘’Tim dari Mabes Polri sudah datang ke Riau sejak, Kamis (28/7) untuk menyelidiki SP3 15 perusahaan terduga Karhutla. Kita menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan. Sudah merupakan kewajiban saya melaporkannya kepada pimpinan,’’ kata Kapolda Riau.

Kapolda mengatakan, tidak mengetahui berapa lama Tim Mabes Polri akan melakukan penyelidikan soal SP3 itu.

Tim Mabes Polri yang melakukan penyelidikan SP3 15 perusahaan terduga Karhutla terdiri dari, 2 perwira tinggi bidang pengawasan dan penyidikan (Wasidik) dan dibantu Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

Sebelumnya, Polda Riau memiliki alasan kuat menerbitkan SP3 dalam kasus Karhutla itu. Sebagaimana dijelaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Rivai Sinambela.

Beberapa waktu lalu kepada wartawan Rivai menegaskan, proses penyidikan terhadap 15 perusahaan terduga Karhutla itu tidak cukup bukti, sehingga Polda Riau tidak mau memaksakan penyidikan kasus itu.

‘’Penyidikan terhadap 15 perusahaan terduga Karhutla itu sudah maksimal. Penyidik tidak menemukan bukti kuat, meski sudah melibatkan saksi ahli. Sehingga tak mau memaksakan penyidikan kasus tersebut. Kalau dipaksakan ke pengadilan bisa-bisa bebas, seperti kasus Karhutla PT Langgam Inti Hibrindo,’’ ujarnya.

Atas dasar itu, Polda Riau tak ingin gegabah dan sangat hati-hati memproses kasus Karhutla. Informasi yang dihimpun, ke 15 perusahaan yang kasusnya di SP3 kan Polda Riau itu antara lain, yang mengantongi izin Hutan Tanaman Industri (HTI), PT Bina Duta Laksana, PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia, PT Ruas Utama Jaya, PT Suntara Gajah Pati, PT Siak Raya Timber, PT Dexter Perkasa Industri, PT Bukit Raya Pelalawan, PT Sumatera Riang Lestari, PT Hutani Sola Lestari, PT Rimba Lazuardi, KUD Bina Jaya Langgam, PT Pan United.

Selain perusahaan yang mengantongi izin HTI, tercatat tiga perusahaan perkebunan, PT Riau Jaya Utama, PT Alam Sari Lestari dan PT Parawira. (rpg/*/fr)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *