Menderita Disabilitas, SUA Tak Lolos Tahapan Pemeriksaan Kesehatan

dastrayaniPEKANBARU– Pasca pelaksanaan Pemeriksaan kesehatan oleh pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Pekanbaru di RSUD Arifin Achmad pekan kemarin, Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru mengatakan bahwa Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota Pekanbaru  yakni Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (SUA), dinyatakan tidak lolos tes kesehatan.
Demikian disampaikan Ketua KPU Pekanbaru, Amiruddin Sijaya kepada wartawan di kantor KPU pekanbaru Sabtu (1/10) lalu. Ia menyebutkan, mengacu kepada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tahun 2016, bila masih ingin maju pasangan ini harus dirombak dengan mengganti bakal calon (balon) yang tidak memenuhi syarat atau bisa juga dengan mengganti dengan pasangan lain oleh partai pengusung.
Untuk diketahui, masih keterangan Amiruddin, pasangan balon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan, tak bisa melakukan pemeriksaan ulang. Pasangan balon juga tak bisa mengajukan hasil pemeriksaan banding.
“Sesuai ketentuan memang untuk kelengkapan syarat seperti surat-surat, ijazah dan lainnya bisa dilengkapi sebelum 4 Oktober. Namun, untuk pemeriksaan kesehatan, tidak ada pemeriksaan ulang,” tegasnya.
Amiruddin menjelaskan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2016 pasal 53 ayat 4 menyatakan, dalam hal bakal pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani atau bebas penyalahgunaan narkotika, maka calon atau pasangan calon yang bersangkutan dapat diganti dengan bakal calon atau bakal pasangan calon baru. Pergantian pasangan balon yang tak memenuhi syarat dilakukan pada masa perbaikan.
Dalam PKPU Nomor 7 tahun 2016 tentang program dan jadwal, ditulis 30 September sampai 4 Oktober 2016. Atau partai koalisi punya waktu 5 hari untuk mengajukan bakal pasangan calon baru.
Terpisah, Direktur RSUD Arifin Achmad, Nurzelly Husnedi menyebutkan pihaknya tidak berwenang membeberkan detail hasilnya pemeriksaan kesehatan maupun tes psikologi pasangan balon. Menurutnya, rumah sakit hanya memfasilitasi pelaksanaan tes yang diminta KPU.
“Yang berhak membeberkan ke publik itu KPU. Kalau memang itu dianggap penting oleh KPU, merekalah yang mempublis. Bukan kami,” ujar Nurzelly.
Pasca diumumkannya hasil tes kesehatan pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017 oleh KPU Pekanbaru, membuat salah satu bakal calon yakni SUA merasa terpojok. Pasalnya, SUA dituding menderita disabilitas sehingga dinyatakan tidak lolos tes kesehatan.
Sementara itu, didampingi pengacaranya yakni Rasman Arif Nasution, dan pendukungnya SUA mendatangi kantor KPU Sabtu (1/10) kemarin. Kedatangan mereka diterima Ketua KPU Pekanbaru Amiruddin Sijaya dan seluruh komisioner diantaranya Mai Yandri, Yelli Novida, Arwin dan Razak Jer.
dalam pertemuan tersebut pihak SUA meminta agar KPU Pekanbaru menyerahkan surat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau yang melakukan tes kesehatan tersebut. Sebagai pihak yang paling dirugikan, menurutnya, Said Usman belum mengetahui isi hasil tes kesehatan yang sudah diumumkan KPU ke media massa.
“Kami minta hasil lengkap tes kesehatan terhadap klain saya. Pengumuman yang dilakukan KPU sangat menyudutkan klien saya,” ujar Rasman.
Razman menyebutkan, harus ada kepastian, apa yang menjadi penyebab Said Usman Abdullah dinyatakan tak memenuhi syarat secara jasmani dan rohani. Terlebih ada pernyataan yang menyebutkan terkait dengan penggunaan narkotika.
Atas permintaan tersebut, Amiruddin yang memimpin pertemuan belum bisa langsung menyetujui sehingga membuat suasana sempat memanas. Akhirnya pihak KPU menyerahkan hasil rekam medik tes kesehatan kepada bakal calon untuk mengetahui. Dan setelah dibuka, hasil tes tersebut menyatakan Said Usman Abdullah menderita disabilitas. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *