MERANTI Titik Potensial Masuknya Narkoba

1- WakaPolres Meranti, Kompol STP Manulang ketika memasang PitaSELATPANJANG — Penting peran semua pihak baik dari Pemerintah maupun instansi terkait, guna memberantas peredaran narkoba ditanah jantan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Meranti sempat membenarkan jika wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti kerap dijadikan sebagai wilayah tansit penyelundupan narkoba oleh para bandar, atau kata lain, Meranti adalah titik potensi masuknya narkoba dari luar negara, untuk itu Granat berharap Pemkab juga berperan aktif melakukan dukungan guna mengantisipasi hal tersebut.

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Kepuauan Meranti, Ruslan meminta agar pemerintah dan instansi terkait turut mengantisipasi peredaran narkoba di perairan Kepulauan Meranti. Ia juga meminta agar polisi melakukan penjagaan ketat di pintu masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yakni pelabuhan besar dan pelabuhan rakyat. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut menjadi titik potensial masuknya narkoba dari Malaysia.

” Sindikat narkoba asal Malaysia sudah menjadikan perairan Kepulauan Meranti sebagai transit penyelundupan narkoba. Ini harus diantisipasi segera. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga harus mendukung Polisi untuk mengantisipasi masuknya narkoba, jangan melimpahkan semua ke Polisi dan TNI, namun tidak ada dukungan dari Pemkab,” ujarnya.

Seperti santer diberitakan media nasional lainnya, Timsus NIC Dit Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan 40 kg sabu dan 170 ribu butir ekstasi dari hasil penggrebekan di tiga titik lokasi di Cirebon, Kamis (17/3) malam waktu lalu. Diduga, barang-barang haram tersebut dibawa menggunakan kapal Bahari I pembawa tepung sagu asal Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meran
ti.

Kapal tersebut berangkat dari Selatpanjang dan bersandar di Pelabuhan Cirebon sejak 9 Maret 2016 kemarin. Diduga, barang-barang haram tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa menggunakan jalur laut. Dari enam terang ia yang ditangkap, satu diantaranya merupakan warga Selatpanjang. Hal ini tidak luput dari perhatian Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad. Menurut Pandra, pengawasan terhadap akses masuk guna mencegah penyelundupan narkotika di perbatasan masih lemah.Lemahnya pengawasan juga terjadi karena jumlah personel dan sarana apung yang dimiliki Polres Kepulauan Meranti masih minim. Dia menjelaskan, penyelundupan yang dilakukan sindikat Js dilakukan dengan membawa narkotika dari negara Malaysia melalui Selat Malaka dan memasuki perairan Kepulauan Meranti. Lantas barang haram tersebut dibawa menggunakan kapal pengangkut tepung sagu ke Cirebon untuk diedarkan.Menurut Pandra, solusi untuk menekan penyelundupan barang haram ini mesti meningkatkan pengawasan dan kerjasama lebih intensif dengan TNI di daerah perbatasan. Apalagi perbatasan Malaysia dengan Meranti memilki banyak akses masuk untuk penyelundupan narkotika.

“Melihat adanya keterbatasan masalah yang terkait personil Polri di perbatasan dan fasilitas. Untuk melakukan patroli di laut, setidaknya kita harus memilki alat apung, namun hingga saat ini kita belum memilki itu,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui selulernya.Dia juga menuturkan pentingnya peran masyarakat membantu pengawasan terhadap peredaran atau penyelundupan narkotika. Menurutnya, meskipun fasilitas minim, namun jika masyarakat bisa bekerja sama dengan polisi untuk menjadi informan, ia yakin peredaran narkoba bisa dicegah. (*/FR)

 

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *