Perda LAM Pekanbaru Disahkan Pansus

11-ft yandi Wawako menandatangani Ranperda LAMR yang telah disetujuai Dewan menjadi Perda (1)PEKANBARU- Setelah melalui pembahasan yang alot, Peraturan Daerah (Perda) Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru akhirnya disahkan melalui rapat paripurna DPRD Kota Pekanbaru di Balai Payung Sekaki kantor DPRD Kota Pekanbaru, Senin (11/1) kemarin.Dalam paripurna tersebut, Roem Diani Dewi selaku juru bicara Pansus Ranperda LAM DPRD Pekanbaru dalam laporannya mengatakan, bahwa dalam pembahasan Ranperda LAM yang telah disampaikan oleh Walikota Pekanbaru pada 25 September 2015 lalu, maka disepakati pembahasan sudah selesai dan sudah bisa disahkan melalui paripurna.

“Perda ini penting untuk melestarikan budaya melayu yang ada di Kota Pekanbaru. Dimana perlu ada payung hukum untuk memaksimalkan kinerja Lembaga Adat Melayu Riau kota Pekanbaru kedepannya,” ungkap Roem Diani Dewi.Meski demikian, Pansus memberi beberapa catatan untuk disempurnakan oleh pihak Pemko Pekanbaru dan LAM Pekanbaru, diantaranya mengenai masih kurangnya kajian tentang otensitas yang dimili
ki LAM Pekanbaru, LAM Pekanbaru harus mencirikan adat istiadat yang ada dan perlu ada penegasan AD/ART LAM Pekanbaru, apakah sama dengan LAM Riau.

“Kemudian untuk eksistensi LAM Pekanbaru maka perlu dirumuskan alternatif pembiayaan dengan anggaran daerah, sehingga bisa eksis menjalankan perannya,” kata Roem melanjutkan.Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sahril SH didampingi Wakil Ketua DPRD Sigit Yuwono dan Sondia Warman serta dihadiri oleh Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi bersama para kepala dinas lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Setelah dibacakan persetujuan bersama oleh Sekretaris DPRD Ahmad Yani diikuti dengan penandatanganan oleh pimpinan DPRD, maka perda tersebut resmi disahkan.

Sahril saat dikonfirmasi wartawan usai rapat mengatakan, dengan adanya Perda LAM Pekanbaru ini maka diharapkan kedepan kebudayaan melayu Provinsi Riau di Kota Pekanbaru akan terus maju guna membantu pembangunan karakter masyarakat. Terkait adanya catatan dari pansus terhadap perda yang disahkan, Sahril akan membicarakan di pansus untuk dilengkapi.

“Akan kita sempurnakan nantinya. Intinya dengan adanya Perda LAM Pekanbaru ini, kita berharap budaya melayu kedepan lebih terarah lagi di Kota Pekanbaru yang majemuk ini,” ujar Sahril.Sementara itu, Wakil Walikota Ayat Cahyadi, dalam sambutan juga mengatakan, Perda LAM Pekanbaru ini perlu dilakukan dalam rangka membuat payung hukum untuk lembaga tersebut.

“Budaya melayu merupakan budaya terbuka namun mampu menepis budaya yang bisa merusaknya sebagai budaya yang agamis. Dan yang disampaikan DPRD menjadi masukan bagi kita. Nanti akan kita sosialisasikan dahulu kepada masyarakat. Disampaikan ke gubri untuk diverifikasi,”pungkasnya.

Ketua LAM Pekanbaru DR H Nurhasyim SH MH mengatakan, bahwa pihaknya sangat senang dengan telah disahkan perda ini. Karena menurutnya sudah sangat lama perda ini ditunggu-tunggu oleh LAM  Pekanbaru.”Kita ucapkan tahniah atas disahkan perda ini karena sudah sejak lama kita nantikan,” ujarnya.Terkait catatan yang disampaikan pansus, Nurhasyim mengatakan bahwa catatan tersebut akan dilengkapi termasuk AD/ARTyang selama ini masih mengacuh kepada AD/ART LAM Riau. “Ini kita akan susun AD/ART, tentu akan kita lengkapi. Kita akan menyusun 
program kerja mensukseskan Pekanbaru sebagai pusat kebudayaan melayu,” sebutnya.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan perda LAM Pekanbaru yakni Sigit Yuwono sebagai penanggung jawab, Masni Ernawaty sebagai Ketua Pansus, Zajnal Arifin sebagai wakil ketua, kemudian para anggota terdiri dari Yose Saputra, Desi Susanti, Ruslan Tarigan, Nofrizal, Zaidir Albaiza, Ferry Sandra Pardede, Kudus Kurniawan, Zulkarnain, Samsul Bahri, Roem Diani Dewi, dan Fikri Wahyudi Hamdani. Kemudian ditambah Ahmad Yani sebagai Sekretaris DPRD. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *