Polsek Bangko, Ciduk Bandar Jaringan Narkoba Malaysia

kapolsek-bangko-akp-agung-triadi-bersama-kanit-reskrim-akp-edo-pardosi-dan-panit-reskrim-ipda-amor-dan-tersangak-sy-beserta-baraBAGANSIAPIAPI-Jajaran Opsnal Markas Kepolisian Sektor Bangko (Mapolsek) Bangko Rokan Hilir berhasil menangkap pengedar narkotika yang diduga jenis sabu-sabu jaringan Internasional asal Malaysia. Penangkapan tersangka SY alias Iy (41) warga RT/003 RW/001 Jalan Kecamatan, Gang Syuhada, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Senin sekira pukul 12.15 WIB.

Sementara penangkapan tersangka SY ini cukup dramatis. Pasalnya, anggota Polisi menyamar menjadi pembeli barang haram tersebut. Hasilnya, barang bukti Narkotika jenis sabu ini ditaksir bernilai ratusan juta rupiah beserta uang tunai senilai Rp21 juta yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut. Berhasil diamankan Kapolsek bersama Kanit dan Panit serta puluhan anggota Opsnal turun langsung untuk menangkap tersangka ini.

Kapolsek Bangko, AKP Agung Triadi, SIk didampingi Kanit Reskrim AKP Edo Pardosi dan Panit Reskrim Ipda Amor mengatakan bahwa pihaknya sudah cukup lama mengintai aktivitas yang dilakukan oeh tersangka ini. Berbagai upaya dilakukan pihaknya guna menungkap tersangka ini dengan penyamaran dan akhirnya tersangka berhasil dibekuk dikediamannya.

“Kita menyamar menjadi pembeli, dan tersangak mau kita menyerahkan uang terlebih dahulu, setelah memastikan bahwa tersangka memiliki narkotika dalam jumlah banyak barulah kita lakukan penyergapan.” kata Kapolsek.

Sementara kata Kapolsek lagi, kronologis penangkapan bahwa petugas datang kerumahnya dan melihat polisi datang tersangka langsung kabur menuju lantai dua rumah miliknya. Saat dikejar keatas terlihat tersangka membuang sesuatu dari jendela kearah bawah.

“Kita tanya buang apa itu, iapun menjawab, tidak ada pak” kata Kapolsek mengulangi perkataan tersangka saat penangkapan. Saat itu juga dengan menunjukkan surat perintah penggeledahan akhirnya tersangka digeledah..

Saat penggeledahan ditemukan dari kantong sebelah kanan berisikan uang tunai Rp624.000. Selanjutnya, disaksikan RT setempat dilakukan penggeledahan di lantai dua rumah tersangka. Polisi menemukan uang tunai Rp21.000.000 dari lemari kamar tersangka.

Selanjutnya, benda yang dibuang Sy diperiksa oleh polisi, terdapat satu tas pinggang kecil berwarna coklat. “Sempat ia tak mengaku sambil meronta-ronta. Namun kita melihat tersangak dengan jelas membuang sesuatu dan itu adalah tas Pinggang.” jelas Kapolsek.

Dalam tas tersebut dibuang secara bersama-sama dan ditemukan kristal putih bening ukuran besar sebanyak 5 bungkus yang diduga narkotiak jenis Sabu-Sabu. Serta satu timbangan digital dan beberapa bungkus butir kristal kecil dari dalam tas yng dibuang oleh tersangka.

Setelah itu petugas berhasil mengumpulkan diantaranya 5 bungkus plastik bening yang berisikan kristal putih, 17 bungkus plastik sedang yang juga berisikan kristal putih dan 6 bungkus kecil berisikan kritasl putih. Selain itu juga berhasil ditemukan tiga buah sendok beriskan pipet plastik, satu unti Hanphone Samsung uang tunai 21 juta dari tas dan dari dompet senilai 624 ribu.

“Kita terus mengembangkan kasus ini untuk memburu pengedar yang lebih besar. Apalagi dari tangan tersangka juga ditemukan tiket Kapal dari Batam yang diduga jalur masuknya barang haram tersebut.”Pungkas kapolsek.

Sementara Kanit Reskrim, AKP Edo Pardosi mengatakan, akibat perbuatan pelrkau diancam Pasal 114 ayat 92) Jo Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Paling singkat itu enam tahun dan denda paling sedikit 1 milyar dan paling berat hukuman seumur hidup dengan denda paling banyak 10 milyar.” terang Kanit Reskrim.

Kanit mengatakan, bahwa tidak ada kompromi terhadap pengedar maupun pemakai, ini salah satu bukti bahwa tidak benar jika ada isu bahwa para bandar dibeking penegak hukum tertentu. “Kita akan sikat siapapun yang terlibat karena kita memang memerangi narkoba ini yang merupakan musuh kita bersama..” tegasnya.

Sementara itu tersangak yang SY yang dipasangi sebo serta pakaian tahanan Polsek Bangko hanya bisa tertunduk lesu. Saat diwawancaraipun ia enggan berkomentar sepatah katapun.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *