Riau Hadapi Elnino Hingga September

Kabut-Asap-di-Dumai-MaretPEKANBARU– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengumumkan berdasarkan pantauan Satelit NOAA diperkirakan Riau akan menghadapi elnino selama empat bulan, dari Juni sampai September.
Hal tersebut juga di pertegas oleh Kepala BMKG Satusiun Pekanbaru, Sugarin kepada wartawan, saat menghadiri rapat koordinasi pencegahan karlahut Riau, di Lanud Roesmin Nurjadin, Selasa (31/5).

“Perkiraan cuaca kita agak aneh. Meski di Riau tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan, tapi Riau bisa berpotensi kabut asap kalau provinsi tetangga terjadi kebakaran. Sebab angin dari Selatan mengarah ke Utara, dan kondisi ini perlu diwaspadai,” kata Sugarin.
Meski demikian, lanjut Sugarin, diperkirakan Juni-Juli cuaca di Riau semakin panas, namun elnino sedikit melemah jika dibandingkan tahun lalu.

Disamping itu, Sugarin memaparkan perbandingan jumlah hotspot dua tahun terakhir, 2014, 2015 sampai Mei 2016. Dimana terjadi penurunan hotspot yang signifikan. Berdasarkan pantauan Satelit NOAA, Januari 2014 jumlah hotspot 50 titik, 2015 ada 122 titik dan 2016 ada 4 titik.

Februari 2014 jumlah hotspot ada 1272 titik, 2015 ada 176 titik, 2016 ada 22 titik. Maret 2014 ada 1122 titik, 2015 ada 185 titik, 2016 ada 54 titik. Lalu April 2014 jumlah hotspot ada 50 titik, 2015 ada 45 titik dan 2016 ada 33 titik. Selanjutnya Mei 2014 hotspot ada 104 titik, 2015 ada 74 titik dan 2016 ada 21 titik.

“Dari hasil pantauan tersebut sudah jelas, penurunan hotspot Karlahut di Riau cukup tinggi. Semua itu karena kerja keras semua pihak. Namun tahun ini kita tetap waspada, karena Riau akan menghadapi elnino panjang,” katanya mengakhiri. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *