Sadis!!! Bersimbah Darah, IRT Tewas Ditikam di Kedai Harian

tews1DUMAI– Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ditemukan lumuran darah dan tidak bernyawa, Ia bernama Diana Siahaan (47) memiliki 4orang anak, diduga kuat di bunuh saat ditemukan Jenazahnya posisi telungkup di kedai miliknya di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur. Sabtu (03/09) sekira pukul 06.00 WIB tepatnya.
Diana ditemukan sudah tidak bernyawa, berawal dari saat anaknya bernama Elizabet (17) hendak pamit ke sekolah kepada korban. namun, sesampai dikedai, korban sudah ditemukan telungkup dan dipenuhi lumuran darah dilantai kedai korban.

Elizabet yang merasa panik melihat kondisi ibundanya langsung memberitahu kepada ayahnya. sesampai dirumah, mereka (kelurga korban,red) langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Bukit Kapur.
Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Herfio Zaki SIK membenarkan adanya penemuan korban penikaman. “Ya benar, disebuah kedai yang berada di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur ada ditemukan seorang wanita sudah tidak bernyawa terlungkup dilantai kedai yang berlumuran darah,” ujar Kasat Reskrim AKP Herfio Zaki SIK.

Lanjut Kasat menjelaskan, “Saat kita tiba di TKP, kita langsung melakukan olah TKP dan membawa korban ke Ruang Pemulasaran Jenazah BLU- RSUD Kota Dumai,” jelas AKP Zaki.Hingga Ahad (4/9) Polisi masih melakukan tindak lanjut guna pengungkap siapa pelaku pembunuhan Diana Boru Siahaan (47), pihak kepolisian mulai merangkai kronologis kejadian pembunuhan.

“Saat ini Tim masih melakukan penyelidikan dan dugaan awal Diana menjadi korban pembunuhan. Hal itu dilihat dengan ditemukan sejumlah luka senjata tajam ditubuh korban,” ujar Kapolres. Ahad (4/9) kemarin.Dijelaskan kronologi bermula pada hari Jumat (2/9/2016) sekira pukul 18. 00 WIB korban bersama suaminya (Juniar Pasaribu) pergi dari rumah dengan mengendarai mobil pick up Suzuki ke Bukit Kayu Kapur dan ke Toko Nasution di Bagan Besar untuk belanja dagangan diwarung dan sekaligus bayar utang dagangan sebesar Rp6 juta dan belanja barang sebesar Rp1, 4 juta.

Selanjutnya usai berbelanja kebutuhan warung korban dan suami pergi ke SPBU di Jalan, T Tambusai untuk belanja BBM kemudian pulang dan tiba di warung sekira pukul 21.00 WIB. Selanjutnya suami korban pulang kerumah sedangkan korban berada di warung sendirian. Sekira pukul 23.00 WIB Juniar datang ke warung dan bertemu dengan isterinya (korban) karena biasanya selalu mendampingi korban menjaga warung yang buka 1 x 24 jam. Sekira pukul 01.00 WIB korban menyuruh suaminya pulang dengan mengatakan “tidur dirumah saja biar cepat bangun untuk ambil minyak”.

Kemudian Juniar Pasaribu pulang kerumah dan sambil nonton tv di ruang tengah lalu ketiduran sementara anaknya yang bernama Elisabeth dan Rido tidur di dalam kamar.Pada Sabtu (3/9) sekira pukul 05.00 WIB, saksi dan juga anak korban Elisabeth bangun tidur dan melihat orang tuanya Juniar Pasaribu masih tidur diruang tengah. Sekira pukul 05.15 WIB Juniar bangun selanjutnya Elisabeth persiapan pergi kesekolah sedangkan Juniar pergi keluar rumah menuju mobil pick up untuk menyedot BBM dari tanki mobil selanjutnya sekira pukuk 06.15 WIB Elisabeth pergi dari rumah ke sekolah namun dengan terlebih dahulu izin pamit ke ibunya di warung.

Saat tiba di warung ia melihat ibunya dalam posisi telungkup dan ada luka tusuk dibagian pinggang sebelah kiri selanjutnya dalam keadaan menangis kembali kerumah untuk memberitahukan kepada bapaknya Juniar Pasaribu. Kemudian mereka kembali ke warung lalu melihat isterinya lalu memegang tangan kiri dengan kondisi masih hangat lalu meraba denyut nadi dan tidak ada denyut selanjutnya memberitahukan kepada orang yang lewat supaya dilaporkan kepada Polsek Bukit Kapur.

Hasil visum sementara yang dilakukan, pada tubuh korban ditemukan luka tusuk benda tajam di pinggang sebelah kiri 2 tusukan, 2 tusukan di punggung, 1 tusukan di leher kanan, di perut kiri ditemukan 2 tusukan, dada kiri 2 tusukan, dagu 1 tusukan dan luka robek pada daun telinga kiri dan kanan.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *