Sebut Anggaran Penanganan DBD Minim, Sekda Bakal Panggil Kadiskes

dbdPEKANBARU– Pada beberapa kali kesempatan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru selalu mengeluhkan minimnya anggaran penanganan kasus DBD di pekanbaru sehingga jumlah kasusu DBD di pekanbaru semakin tak terkendali. Sekda Berenana untuk Memanggil Kadiskes untuk mengklafikasi hal tersebut.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) pekanbaru, M Noer MBS ketika di temui wartawan di ruang kerjanya Rabu (5/1) kemarin. Atas kondisi tersebut, menurut  M Noer mestinya untuk penanganan masalah yang serius, pimpinan satuan kerja terkait bisa mencari solusi yang cepat dan tepat. Sehingga jumlah kasus DBD tidak terus meningkat seperti sekarang ini.
“Makanya ada APBD P , disana kita alokasikana anggaran yang sifatnya mendesak dan dibutuhkan. Kalau memang anggarannya habis bisa saja dipakai dulu mata anggaran yang dari APBD murni digeser untuk memenuhi kebutuhan itu atau diusulkan tambahan di APBD P ,”ungkap M Noer kepada wartawan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan yang terus berdalih tidak bisa melakukan foging atau pengasapan sesuai permintaan warga karena keterbatasan dana untuk pengadaan zat melation yang dibutuhkan untuk pengasapan.
“Kepada kawan-kawan di Dinas Kesehatan saya sudah sampaikan soal anggaran itu hanya saja saya tidak pantau lagi apakah jadi diusulkan tambahan atau bagaimana. Nanti akan saya instruksikan Assisten IV untuk memanggil Kadiskes mengenai penanganan kasus DBD, ”cetus M Noer yang cukup kaget dengan tingginya kasus DBD di Pekanbaru mencapai 793 kasus.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir membenarkan pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan foging atau pengasapan yang masuk dari masyarakat. Karena keterbatasan zat melation untuk pengasapan. (*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *