Teater Suguhan Mendu Lakonan Matan

5-Kegiatan Teatrer yang mendapat perhatian warga MerantiSELATPANJANG — Bukan main, terpingkal-pingkal penonton ketawe dibuatnye, ketike melihat lakonan pemude dan pemudi Riau yang tergabung didalam penampilan aksi teater suguhan Mendu yang dilakonkan secara langsung dari Sanggar Seni Matan dalam rangka pagelaran seni yang ditaja oleh UPT Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Riau, Senin (04/04/2016) malam tepat dihadapan Gedung LAMR Kepulauan Meranti di Jalan Dorak Selatpanjang.

Mendu sendiri adalah hikayat tentang dewa Mendu yang ber-genre komedi. Ditampilkan dalam bentuk teater dengan mengambil tema kerajaan tempo dulu. Sanggar Matan pada yang rencananya akan mengelilingi tour seninya di 12 kabupaten Kota se-Provinsi Riau, dan ini akan di laksanakan secara bertahap, yakni untuk tahap pertama dilakukan di tiga kabupaten, yang diantaranya, Siak, Bengkalis, dan terakhir di Meranti, di Kepulauan Meranti sendiri, dari pantauan awak media, terlihat sangat berhasil memikat hati penonton. Terbukti dengan antusias nya penonton menyaksikan. 

Selain itu juga, humor-humor dari improvisasi para pemain yang segar dan mengocok perut membuat para penonton tak mau beranjak dari tempat duduk nya.Dalam sambutannya, Kepala UPT Museum dan Taman Budaya DisDikBud Riau, Sri Mekka, SH. MH menyatakan bahwa salah satu alternatif yang dilakukan oleh pemprov Riau dalam mendulang pendapatan asli daerah adalah dari objek wisata budaya. akibat dampak berkurangnya jumlah pembagian DBH migas, maka salah satu alternatif dalam meningkatkan PAD yakni terus mendongkrak objek wisata. ucap Sri Mekka.

“Khususnya di Kepulauan Meranti, kami mendapat informasi banyak sekali sanggar-sanggar yang ada disini. Untuk itu kami mengundang para pelaku seni tersebut untuk dapat bersama kami menampilkan karya seni mereka di Taman Budaya di Pekanbaru,” jelasnya.

Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kata sambutan diwakili oleh Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti, Ir. H. Anwar Zainal menyambut baik kehadiran tim kesenian dari propinsi ini. mamang dirinya sempat mengakui jika dirinya hadir di pegelaran tersebut bukan sebagai peseni tetapi melainkan sebagai penikmat seni.

“Sudah saatnya kita tidak terpaku pada sektor migas dalam menambah PAD. saat ini seharusnya kita sudah mulai fokus mencari dan mengembangkan potensi yang lain untuk menambah PAD, selain itu sudah menjadi kewajiban kita untuk terus memperkenalkan seni budaya Melayu kepada generasi penerus sehingga seni tersebut tak hilang ditelan zaman,” jelasnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *