Tingkatkan Kinerja Keuangan BRK Benahi Seluruh Lini

irvandiPEKANBARU– Beberapa pembenahan kinerja akan dilakukan Jajaran staff serta direksi Bank Riau Kepri (BRK) usai melakukan rapat evaluasi kinerja triwulan I, di Menara BRK, sejak 4 -6 april. Diantaranya, membahas dampak perlambatan ekonomi di tahun 2015 serta efek dari dana bagi hasil dikonversi menjadi Surat Berharga Nasional (SBN) bagi jalannya roda bisnis BRK.

Direktur Utama BRK, Irvandi Gustari mengatakan, perlambatan ekonomi di tahun 2015 lalu masih menyisakan sejumlah permasalahan di tahun 2016 ini. Seperti peningkatan angka kredit macet dan peningkatan biaya bunga yang lumayan besar. Secara keseluruhan hal ini mempengaruhi perolehan laba BRK. Sebelum terjadi perlambatan ekonomi 2015 lalu, laba BRK mencapai Rp 690 milliar. Saat ini turun menjadi Rp 418 milliar.

“Namun, meskipun terjadi perlambatan ekonomi yang menimpa Indonesia, kinerja BRK masih lebih baik dibanding BPD lain yang ada di Indonesia. Hal ini saya ketahui saat rapat yang diadakan jajaran pengurus Asbanda,” tuturnya.

Irvandi menyebutkan, perbandingan pencapaian ratio keuangan BRK di 2015 yakni Nilai CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 20.78 persen, ROA (Return on Asset) sebesar 1.69 persen, ROE (Return on Equity) sebesar 16.9 persen, NIM (Net Interest Margin) sebesar 6.08 persen, BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) 83.86 persen, NPL (Non Performing Loan) Gross 4.12 persen dan NPL Net Sebesar 0.23 persen.

Dijelaskannya, Bank DKI pada laporan keuangan per 31 Desember 2015 yakni CAR sebesar 24.53 persen, ROA sebesar 0.89 persen, ROE sebesar 6.11 persen, NIM sebesar 6.61 persen, BOPO sebesar 90.99 persen, NPL Gross 7.69 persen dan NPL Net Sebesar 4.23 persen.

Untuk perbandingan lainnya bisa dilihat dari Rasio Keuangan Bank Jawa Barat Banten (BJB) pada laporan keuangan per 31 Desember 2015 (audited), yaitu CAR sebesar 15.85 persen, ROA sebesar 2.04 persen, ROE sebesar 23.10 persen, NIM sebesar 6.32 persen, BOPO 83.31 persen, NPL Gross 2.91 persen dan NPL Net Sebesar 0,86 persen. Bank Sumut Rasio Keuangan per 31 Desember 2015 (audited), CAR sebesar 14.41 persen, ROA sebesar 2.31 persen, ROE sebesar 23.90 persen, NIM sebesar 7.26 persen, BOPO sebesar 82.16 persen, NPL Gross 5.00 persen dan NPL Net Sebesar 1.54 persen.

Sedangkan BPD lain seperti Bank Kaltim Rasio Keuangan per 31 Desember 2015 yaitu CAR sebesar 20.12 persen, ROA sebesar 1.56 persen, ROE sebesar 10.35 persen, NIM sebesar 6.03 persen, BOPO 85.30 persen, NPL Gross 10.35 persen dan NPL Net Sebesar 1.64 persen.Dari data masing-masing BPD tersebut dapat dilihat tingkat kinerja Bank Riau Kepri relatif jauh lebih baik dibandingkan dengan lima BPD tersebut.

Tahun 2016 ini BRK menerapkan Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan mengedepankan kehati-hatian serta perencanaan yang matang dalam setiap tindakan. Dengan penerapan RBB 2016 ini hingga bulan Maret 2016 BRK berhasil meraih laba kotor sebesar Rp 106 milliar.

Dalam rapat itu, BRK juga akan berupaya peningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) non Pemda, melakukan percepatan pertumbuhan kredit UMKM, pembenahan kinerja kantor cabang mengacu pada budaya kerja produktif dan kompetensi, peningkatan penerapan GCG dan transparansi, peningkatan kualitas pelayanan di setiap kantor cabang secara berkesinambungan serta penerapan sistem jemput bola ke nasabah dan calon nasabah dengan mengedepankan kualitas pelayanan.

Dalam tahun 2016 ini juga, BRK akan mengupayakan penyelesaian kredit macet yang terjadi sejak tiga hingga empat tahun lalu di kantor-kantor cabang tertentu. Pihaknya akan menyelesaikannya melalui jalur hukum, jalur penyelamatan kredit (rescheduling dan restructuring) dan jalur penyelesaian kredit (lelang atau eksekusi jaminan). Tidak hanya itu BRK juga akan lebih meningkatkan transparansi dalam hal proses pemilihan Direksi dan Komisaris BRK.

Hingga saat ini ada dua direktur dan satu komisaris yang akan berakhir masa jabatannya. Terkait hal tersebut, BRK mengedepankan aspek kinerja berbasis kompetensi. Semua pihak (eksternal/internal) dapat mengikuti proses untuk pengisian jabatan tersebut. Hal ini dapat dilihat pada penayangan pengumuman tersebut di media cetak.”Hal ini merupakan komitmen BRK terhadap aspek keterbukaan dan equal treatment dan GCG,” katanya.BRK juga akan segera melakukan ekspansi ke sejumlah daerah. Pihaknya menargetkan pembukaan sebanyak 20 kantor cabang. Satu diantaranya akan dibuka di ibukota yakni Jakarta.(rls/*FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *