UNRI Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah

Saat sosialisasi ke desa bertempat di gedung pertemuan bersama Kades baju merah,  Sekdes baju kaos dan Ka tim baju kuning

FULLRIAU.COM, Rengat — Dalam waktu dekat Universitas Riau segera menjalankan program pengabdian masyarakat berupa desiminasi teknologi di Desa Bukit Lingkar, Kecamatan Batang Cenaku, Inhu.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dr. Padil mengatakan pengabdian yang dilakukan terkait dengan pengolahan sampah.

‘’Selama ini? sampah lebih sering dianggap tidak memiliki nilai lebih. Padahal bila dikembangkan, sampah memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,’’ ungkap Dosen Fakultas Teknik Universitas Riau ini melalui rilis ke media.

Dijelaskannya saat sosialisasi pengabdian masyarakat di Desa Bukit Lingkar, program desiminasi teknologi merupakan program unggulan pengabdian masyarakat yang dibiayai Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Tidak semua perguruan tinggi memperoleh hibah kegiatan ini, mengingat program ini baru dilaksanakan pada tahun ini.

Padil juga mengungkapkan teknologi yang akan diterapkan pada masyarakat di Bukit Lingkar berupa proyek percontohan terintegrasi dalam mengelola sampah. Mulai dari sejumlah pelatihan pemilahan dan pengelolaan sampah, pembuatan kompos, pemakaian mesin pencacah sampah hingga pembuatan mesin pencacah.

‘’Juga akan dibangun rumah kompos serta ruang pengelola sampah. Kami akan melatih masyarakat mendirikan dan mengembangkan bank sampah,’’ ungkap Ketua Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat (FlipMas) Batobo Riau Kepri ini.

Ada empat dosen yang terlibat aktif dalam program ini. Tiga lainnya adalah Dr Iswadi, dosen Teknik Elektro, Dr Feblil Huda dosen Teknik Mesin. Keduanya juga aktif mengajar di Fakultas Teknik Universitas Riau. Seorang lagi adalah Ahmad Jamaan, M.Si, dosen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Riau.

Selain di FlipMas Batobo yang fokus pada kegiatan pengabdian masyarakat, keempat dosen ini juga aktif di Lembaga Bestari, yang peduli pada kegiatan akademik di kampus. Dalam kesempatan sama Ahmad Jamaan menjelaskan perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mengelola sampah agar bernilai ekonomis sehingga mampu menambah penghasilan.

‘’Selama ini sampah sering hanya dipandang sebagai masalah. Padahal bila dikelola dengan baik melalui pengaturan berupa pemilahan, pengolahan serta pemasaran maka sampah akan memiliki nilai jual,’’ kata Ahmad yang juga aktif di FlipMas Batobo ini.

Tim ini akan melatih bagaimana membangun kesadaran warga setempat agar mau dan mampu mengelola sampah secara teratur. Misalnya memilah sesuai jenis sampah, mana yang dapat didaur ulang seperti kertas, pengelompokan plastik dan sampah organik untuk dicacah sesuai dengan peruntukan masing-masing. Sampah organik, jelasnya, akan diolah menjadi pupuk sementara sampah plastik akan diolah menjadi pelet plastik.

‘’Semua rangkaikan kegiatan ini akan terintegrasi di satu tempat dan diharapkan dapat menjadi proyek percontohan sehingga dapat dikembangkan di tempat lain,’’ katanya lagi.

Ahmad juga menjelaskan ada banyak contoh keberhasilan pengelolaan sampah secara baik dan benar membuat kesejahteraan masyarakat di dalamnya meningkat. Tim ini, tegasnya, ingin pengalaman baik di tempat lain dapat dijalankan di Riau, khususnya Inhu.

Sementara Iswadi menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengkonversi sampah sebagai energi alternatif. ‘’Mungkin saja program ini dikembangkan, tentu dengan kondisi-kondisi tertentu seperti volume sampah yang tersedia, dukungan kelompok kepentingan, serta manajemen yang baik. Nilai ekonomi sampah saat ini memang menjanjikan,’’ katanya.

Potensi BesarSementara itu Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bukit Lingkar, Adi Karno Wibowo mengatakan pihaknya siap mengelola sampah untuk dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan desa. Sumber sampah di desa ini, kata dia, berasal dari rumah tangga dan, pasar dan sekolah.

Hal ini diaminkan Kepala Desa Bukit LIngkar, Sunarso Saiman yang mengatakan penduduk di desanya cukup padat. Ada sekitar 1013 kepala keluarga. Sementara sampah tidak terkelola dan dibuang sembarangan, namun menjadi potensi besar bisa dikelola. “Kami ingin ada inovasi desa dan salah satunya mengelola sampah ini,” harapnya.

Pihaknya berjanji akan menyiapkan keranjang sampah dan plastik untuk memudahkan pemilahan jenis sampah rumah tangga. Ia juga menegaskan telah menyiapkan lahan milik untuk kegiatan pembuatan pedung pengolahan sampah ini, baik gudang pemilahan, pengolahan, produksi dan pengelola. (Rls/FR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *