Upgrading Metodologi Dosen IAITF Dumai, Rektor ;  Bentuk Penyegaran Sebelum Perkuliahan Dimulai

Kegiatan Upgrading Metodologi Dosen dilingkungan IAITF Dumai Tahun Akademik Genap 2020/2021, Kamis, 4 Februari 2021 dibuka langsung oleh Rektor IAITF Dumai, Dr Ahmad Roza’i Akbar dengan narasumber utama Dr HM Rizal Akbar M.Phil berlangsung di Aula Pertemuan IAITF Dumai Lantai II.


FULLRIAU.COM —  Lembaga Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat ( LP2M) Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin ( IAITF) Dumai melaksanakan kegiatan penyegaran terhadap dosen sebelum memasuki tahun akademi genap 2020/2021.

Kegiatan diberi nama Upgrading Metodologi Dosen dilingkungan IAITF Dumai Tahun Akademik Genap 2020/2021, Kamis, 4 Februari 2021 dibuka langsung oleh Rektor IAITF Dumai, Dr Ahmad Roza’i Akbar dengan narasumber utama Dr HM Rizal Akbar M.Phil berlangsung di Aula Pertemuan IAITF Dumai Lantai II.

“Kegiatan seperti ini penting dan menjadi tradisi akademis yang baik sebelum dimulainya  perkuliahan. Untuk semister ini, kita coba untuk mengangkat tentang metodologi. Bisa jadi di semister akan datang dengan tema yang berbeda,” ungkap Lulusan Doktor Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Sesuai kalender Akademis maka perkuliahan semister genap 2020/2021 akan dimulai 8 Februari 2021 maka  kata Rektor IAITF Dumai, paling tidak ada 10 prinsip dalam mengajar harus dimiliki oleh seorang dosen diantaranya nilai manfaat, kegunaan, kekhususan, hubungan dengan ilmu lainnya.

“Artinya, kita betol-betol paham dari sisi metodologi dan nilai manfaat ilmu yang disampaikan kepada mahasiswanya. Sebab tanggungjawabnya dunia akhirat,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan DR Rizal Akbar M.Phil, narasumber utama dalam Upgrading Metodologi Dosen dilingkungan IAITF Dumai Tahun Akademik Genap 2020/2021. Bagi lulusan Doktor terbaik Universitas Trisakti Jakarta ini mengatakan bahwa kemajuan teknologi komunikasi telah merubah wajah dunia maka juga telah merubah bagaimana ilmu dipahami.

“Tetapi tetap saja, pemahaman ilmu dengan penguatan metodologi secara dimensi ontologi, epistemologi dan aksiologis menjadi sesuatu yang sangat penting. Oleh sebab itu, semua dosen harus paham itu dan paham pula dengan keilmuannya. Tujuannya untuk melahirkan mahasiswa yang juga paham dengan ilmunya dan metodologinya,” tegasnya.

Lebih tegas lagi kata Rizal Akbar yang juga Ketua Yayasan IAITF Dumai ini menegaskan, ukuran minimal dari pemahaman mahasiswa mulai semister 1 hingga semister 6 adalah bagaimana perkuliahan memperkenalkan teori dan ini sudah menjadi modal.

“Selanjutnya, pengayaan dan pada akhirnya IAITF Dumai benar-benar melahirkan lulusan yang paham dengan keilmuaannya,” jelasnya. ***



Editor: Wadami

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *