Wabup Curhat ke Anggota DPR RI

10-Wabup menyerahkan plakat kepada Jon ErizalSELATPANJANG  –Wakil Ketua Komisi II DPR RI, H Jon Erizal melakukan reses ke Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka menghimpun aspirasi dari konstituennya. Pada kesempaan itu, Wakil Bupati H Said Hasyim mengungkapkan kesedihannya terhadap kondisi Meranti yang minim perhatian dari Provinsi maupun Pusat, padahal merupakan sebuah Kabupaten baru, termiskin dan satu-satunya yang masih terisolir di Provinsi Riau.

“Daerah ini kaya, tapi karena keterbatasan akses ekonomi masyarakat masih menyedihkan, Meranti satu-satunya daerah terisolir di Riau,” ujarnya dihadapan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, H Jon Erizal dan Wakil Ketua DPRD Riau H Sunaryo saat dialog bersama SKPD di Aula Afifa, Selatpanjang, Selasa (10/5).

Akibat dari terbatasnya akses tersebut, harga barang dan bahan pokok di Selatpanjang menjadi mahal yang semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Dijelaskan Said Hasyim, Pemda Meranti pernah mengusahakan membuat jalan akses dari Kampung Balak menuju Button Siak, namun karena kondisi alam dan keterbatasan anggaran proyek itu tak bisa dilanjutkan. Tapi jika ini selesai Pemda optimis harga sembako akan stabil karena pasokan dari Sumbar dan Medan dapat langsung masuk. Begitu juga komoditas lokal seperti Sagu, Kelapa, Kopi akan lebih mudah dijual keluar dan lebih menguntungkan.

“Untuk mengembangkan Meranti tak ada solusi lain selain membuka isolasi,” uangkapnya.Lebih jauh dijelaskan Said, Pemda Meranti melalui program merangkai pulaunya, juga mewacanakan pembangunan jalan dari Putong ke Air Mabuk sepanjang 30 KM, diharapkan jalan ini akan menjadi jalan pertama Provinsi yang ada di Meranti.

Kemudian akses dari Air Mabuk ke Tanjung Sari menuju Karimun yang membuka akses antar Provinsi Riau-Kepri. Diyakni jika ini terwujud maka Kepri sebagai alternatif kunjungan wisata akan menjadi ramai dan akan menguntungkan Meranti sebagai daerah transitnya. “Ini akan mengembalikan kejayaan Selatpanjang sebagai daerah perdagangan yang madani,” papar Said Hasyim.

Untuk itu, Said Hasyim berharap kepada Wakil Ketua Komisi II DPR RI H. Jon Erizal dapat memperjuangkan kondisi itu, sebagai sebuah Kabuaten yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka sebagai jalur laut terpadat yang dilalui lebih dari 300 kapal perhari, hanya mendapatkan abrasi pantai yang setiap tahun daratannya berkurang sampai 15 M.

Dikatakan Said, sebagai basis terdepan di Indonesia harusnya Meranti menjadi daerah yang maju dengan kondis ekonomi masyarakat yang kuat, tapi kenyataanya justu terbalik, bantuan Provinsi minim apalagi bantuan dari Pemerintah Pusat.Menyikapi masalah itu, H. Jon Erizal berjanji siap mendukung pembangunan di Meranti, namun dirinya mengaku tidak bisa memperjuangkan tanpa didukung data yang komprehensip untuk dibawa ke rapat dewan ditingkat pusat. Kurangnya perhatian Pusat kepada  ð 7 3 Šdaerah dikatakan Jon disebabkan karena minimnyakomunikasi antara Wakil rakyat dan Daerah, melalui momen reses ini diharapkan komunikasi itu akan terjalin semakin baik.

Dijelaskannya, Komisi 11 tempat dirinya bertugas mengawasi masalah ekonomi dan keuangan dan memilik banyak mitra mulai dari Bappenas, Kementerian Keuangan masalah pajak, Bea Cukai dan anggaran, bermitra dengan BI, BPK dan BPKP, BPS. Semua hal yang berhubungan dengan institusi itu dapat diperjuangkan, namun harus dengan data yang lengkap realistik, dan menyangkut hajat orang banyak bukan perseorangan atau kelompok.

“Silahkan berikan datanya kepada saya, nanti akan saya angkat ke rapat komisi untuk perjangkan, tapi berikan dan paparkan data itu secara rasional dan benefitnya untuk rakyat banyak bukan perseorangan atau golongan,” ungkap Jon.ependapat dengan Jon Erizal, Wakil Bupati H. Said Hasyim juga mengarahkan SKPD untuk mengajukan konsep yang lengkap dan disinergikan dengan kepentingan yang ada di Provinsi maupun Pusat. “Jangan hanya konsultasi saja tapi berikan konsep proposal yang lengkap dan realistis.

Sekedar informasi, dalam acara ang dihadiri Kepala SKPD, Camat hingga Lurah tersebut banyak masukan kepada Jon Erizal untuk diperjuangkan ditingkat Pusat, mulai dari susahnya mengajukan proposal bantuan ditingkat Pusat, masalah RTRW yang belum jelas, masalah Perikanan, Abrasi, Pertanian, Kehutanan hingga pemotongan DBH Migas Meranti yang berdampak pada semakin kecilnya APBD. Menyikapi berbagai masalah itu Wakil Rakyat Meranti dari Partai PAN di DPR RI tersebut berjanji akan memperjuangkan sepenuh hati dan siap diajak konsultasi dan dimintai masukan. “Silahkan hubungi saya, nanti akan coba difasilitasi,” pungkasnya.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *