WABUP: STAIN Berwajiban Lahirkan Lulusan Berkualitas

STAINBENGKALIS4BENGKALIS – Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad ST MT menegaskan pemuda dalam hal ini pelajar dan mahasiswa merupakan bagian terpenting dari pembangunan yang selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Mahasiswa dan pelajar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah Daerah dalam membangun Bengkalis ke depan. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan Daerah,” kata Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, Selasa (24/5) sore

Sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang bertugas menyiapkan Sumber Daya Manusia yang handal, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis memiliki kewajiban untuk melahirkan lulusan berkualitas.

Harapan tersebut disampaikan langsung Wakil Bupati Bengkalis, H Muhammad saat menjadi narasumber dialog interaktif yang ditaja Program Pendidikan (Prodi) Siyasah Syar’iyyah (Politik dan Hukum Tata Negara Islam) STAIN Bengkalis

STAINBENGKALIS31Selain Muhammad, dialog yang mengusung tema “Mewujudkan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan” ini juga dihadiri anggota DPRD Bengkalis, H Abi Bahrun.

Muhammad mengatakan, berbagai tantangan kedepan mengharuskan perguruan tinggi untuk bisa menghasilkan alumni berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan alaumni-alumni dari perguruan tinggi lainnya di Riau atau bahkan di Indonesia maupun mancanegara.

“Mengingat dalam era globalisasi seperti sekarang ini, persaingan makin ketat, terutama dibidang ketenagakerjaan, karena itu, perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang produktif, terbaik, unggul dan mampu bersaing dengan tenaga terampil dari perguran tinggi lainnya”, tegasnya.

Tak hanya itu, perguruan tinggi juga harus bisa mencetak wirausahawan handal yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda mendatang.

Hal senada dikemukakan anggota DPRD Bengkalis yang juga menjabat ketua komisi IV, H Abi Bahrun. Dalam pemaparannya, Abi mengajak segenap mahasiswa yang hadir untuk mengubah pola pikir. Lulusan perguraun tinggi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan.

Menurutnya saat ini mayoritas sarjana, ketika lulus kuliah langsung berburu pekerjaan, padahal tidak semua sarjana harus mencari pekerjaan, tapi bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Sebagai penyemangat, Abi juga menceritakan bagaimana kisah sukses para lulusan perguruan tinggi yang merubah pola pikir dari mencari pekerjaan menjadi pencipta pekerjaan. Seperti, kisah sukses Nadiem Makarim pendiri GoJek dan Anthony Tan pendiri GrabTaxi.

Dalam dialog yang dimoderatori Wira Sugiarto ini turut hadir, ketua STAIN Bengkalis Prof H Samsul Nizar, Ketua Prodi Siyasah Syar’iyyah, Muhammad Ashubli, dan segenap civitas akademika STAIN Bengkalis dan di akhiri dengan tanya jawab.(*/FR)

Bagikan Artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *